Home / Kabar Daerah

Kamis, 17 Juli 2025 - 17:37 WIB

Kopi Mekarsari, Ikon Rasa Nasional dari Kaki Gunung Gede Pangrango Sukabumi

Kelompok Tani Mekarsari bersama Kades Gedepangrango dan Tim RCL dengan produk Kopi Mekarsari Kadudampit, Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Di kaki Gunung Gede Pangrango, Kampung Cinumpang Pojok, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Sebuah cita rasa lokal mulai mengharum hingga luar daerah: Kopi Mekarsari. Diproduksi oleh Kelompok Tani Mekarsari, kopi ini kini mampu menjual rata-rata 50 kilogram per bulan dengan pendapatan sekitar Rp8 juta, menyuplai cafe, gerai Dekranasda, serta platform daring.

Harga kopi kemasan 100 gram dijual Rp30.000, sedangkan biji mentah mencapai Rp250.000 per kilogram. Selain merambah pasar online, Poktan Mekarsari juga tergabung dalam Asosiasi Petani Kopi Indonesia. Cita rasa khas serta pengolahan pascapanen yang dilakukan secara teliti membuat kopi ini semakin diminati.

Kisah inspiratif Kopi Mekarsari bermula tahun 2006 oleh pasangan suami istri, Enung Nurhayati dan Suparno. Berawal dari keinginan mencoba hal baru, mereka menanam kopi di lahan pegunungan yang kala itu belum dikenal sebagai sentra kopi. Dua tahun kemudian, kopi pertama mereka dipanen. Namun, tantangan justru muncul ketika hasil panen sulit dipasarkan.

Baca: https://mediaaksara.id/jembatan-rp27-m-di-cidahu-viral-warga-soroti-kualitas-dan-keselamatan/

“Awal panen tahun 2009, kami bingung mau dijual ke mana. Sebagian kami bagikan ke tetangga agar mencoba rasanya,” ungkap Enung saat ditemui tim RCL.

Kondisi tersebut tak membuat mereka menyerah. Perlahan namun pasti, lewat ketekunan dan promosi dari mulut ke mulut, nama Kopi Mekarsari mulai dikenal. Titik balik terjadi di tahun 2017 saat harga kopi mulai stabil dan permintaan meningkat.

Enung menjelaskan, penanaman dilakukan saat musim hujan dengan memilih bibit unggul di lahan subur lereng gunung. Proses pascapanen dilakukan secara alami: biji dijemur, disortir, disangrai sesuai permintaan, lalu dikemas dalam kemasan 100 gram atau 250 gram.

Baca: https://mediaaksara.id/dprd-dorong-pembentukan-perumda-rph-hera-soroti-profesionalisme-bumd-laba-bpr-sukabumi-700juta/

Di akhir pertemuan, Enung menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih aktif mempromosikan kopi lokal.

” Kami berharap pemerintah daerah hadir dan serius mendukung promosi kopi seperti Mekarsari. Potensinya besar, tinggal bagaimana memperkenalkannya agar bisa dikenal luas, bahkan hingga mancanegara,” pungkasnya pada Rabu (16/7/2025).

Kopi Mekarsari bukan sekadar hasil bumi, tetapi simbol semangat petani lokal dalam menjaga warisan alam dan budaya Sukabumi dari kaki Gunung Gede Pangrango.

 

Sumber: RCL Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Jampangkulon Matangkan Persiapan Porsadin Kabupaten Sukabumi, Panitia Lokal Segera Dikukuhkan

Kabar Daerah

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Kota Sukabumi Gelar Donor Darah Bantu Ketersediaan Stok PMI

Kabar Daerah

PLN UP3 Sukabumi Dorong Pemanfaatan PLN Mobile, Seluruh Layanan Kelistrikan Kini Lebih Mudah dan Terintegrasi

Kabar Daerah

Kecamatan Cikembar Tindaklanjuti Keluhan Truk Batu Hijau, Pengusaha Diminta Patuhi Batas Muatan dan Jam Operasional

Kabar Daerah

Wali Kota Sukabumi Respons Aksi Ribuan RT/RW, Pastikan P2RW dan Insentif Tetap Berjalan

Kabar Daerah

Fakta Terbaru! Dapur SPPG Bantarkalong Belum Dilengkapi IPAL, Puskesmas Warungkiara Keluarkan Rekomendasi

Kabar Daerah

Limbah SPPG Bantarkalong Disorot, DLH Sukabumi Turun Tangan Akan Monev dan Ambil Sampel Air

Kabar Daerah

SMPN 3 Cibadak Gelar Pengumuman Ratusan Kelulusan Pelajar, Sederhana Sesuai Intruksi Dinas Pendidikan Sukabumi