Home / Kabar Daerah

Senin, 28 April 2025 - 09:12 WIB

Komisi II DPRD Jabar Lina Soroti Krisis Pupuk dan Irigasi Sukabumi

Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati diwawancarai awak media / Foto: Mediaaksara

MEDIAAKSARA.ID – Kelangkaan pupuk dan sulitnya akses irigasi masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian petani di Sukabumi. Kondisi ini menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati, saat mendampingi kunjungan kerja Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, ke Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, kepada awak media, Lina mengapresiasi langkah TNI yang bersinergi dengan masyarakat desa. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan semangat petani agar tetap bertahan di bidang pertanian meskipun menghadapi berbagai tantangan.

“Alhamdulillah sekali, Kita (provinsi) dapat bantuan, Setidaknya Bapak Jenderal turun ke masyarakat Kebonpedes, ini salah satu motivasi masyarakat untuk tetap konsisten di jalurnya, khususnya bidang pertanian. Mudah-mudahan kedepan seiring inovasi yang dilaksanakan Pak Kunto kepada masyarakat dapat mensejahterakan masyarakat Jawa Barat khususnya Sukabumi,” ungkap Lina pada Minggu (27/4/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/sukses-369-desa-di-sukabumi-sudah-bentuk-koperasi-merah-putih-target-rampung-100-minggu-ini/

Bentuk dukungan keberlanjutan program TNI , Ia berkomitmen selaku wakil rakyat akan bersinergi juga mengawal aspirasi masyarakat. Tentu saja kami selaku komisi II harus selalu support tentang program yang dilaksanakan Pak Kunto, kendati saat ini masyarakat memang masih tetap terkendala perolehan pupuk dan juga irigasi

“Kalau masalah pupuk, mungkin pupuk kimia yang selama ini sulit didapat masyarakat. Kalau pun ada, harganya tinggi sekali. Sebenarnya, penggunaan pupuk organik bisa diupayakan. Namun, masalah irigasi itu vital. Kalau air tidak sampai ke lahan, percuma ada pupuk, tetap tidak akan optimal bagi tanaman pertanian,” kata Lina kepada Mediaaksara usai peresmian Jalan Mayjen Kunto Arief Wibowo.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati turut menebar benih ikan di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes/ Foto: Istimewa
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati turut menebar benih ikan di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes/ Foto: Istimewa

 

Duduk di Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program yang berkaitan dengan pertanian, ekonomi, pembangunan, dan lingkungan hidup.

Baca: https://mediaaksara.id/pangkogabwilhan-i-resmikan-jalan-mayjen-kunto-arief-wibowo-dan-bendungan-leuwi-jenderal-dorong-ketahanan-pangan-sukabumi/

Kunjungan Letjen TNI Kunto Arief Wibowo sendiri bertujuan melaksanakan beberapa kegiatan,diantaranya meresmikan Bendungan Leuwi Jendral di Desa Bojongsawah, peresmian Jalan Mayjen Kunto Arief Wibowo dan penanaman padi organik BIOS 44 Flona, pohon jambu kristal, serta tebar benih ikan di Desa Sasagaran. Hadir dalam acara tersebut di antaranya Laksamana TNI Iwan Kuswanto, Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Yudhi Hariyanto, unsur Muspika, para kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Mediaaksara, di laman resmi media sosial Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sempat muncul komentar dari warganet bernama Akay Trisula yang menyoroti permasalahan pupuk subsidi.

Baca: https://mediaaksara.id/pengungsi-longsor-di-cikembar-menanti-kepastian-relokasi-pemdes-bojong-desak-kebijakan-regulasi-darurat-penanganan-bencana/

“Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Sukabumi bisa membantu permasalahan pupuk subsidi, karena di daerah kami ada penjual pupuk subsidi yang harganya tidak sesuai dengan harga yang ditentukan pemerintah. Juga, semoga pemerintah bisa menindak oknum BPP yang menghina petani,” tulis Akay.

Komentar tersebut kemudian mendapat tanggapan dari akun Mulia Teknik yang menulis, “Itu tugas bupati untuk mensidak lokasi penjual pupuk subsidi.”

Keluhan masyarakat ini menambah daftar sekelumit persoalan pertanian yang membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah daerah dan semua pemangku kebijakan.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Lutung Jawa Bertahan di Desa Penyangga TNGHS, Indikator Kesehatan Hutan Jawa Barat

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Smartboard di Rumah: Ulah Baru Kepsek! Klarifikasi ‘Beres’ SDN Kaum Bikin Penasaran

Kabar Daerah

Kumis Ucing, Warisan Obat Tradisional dari Pekarangan Desa Penyangga Halimun

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi

Kabar Daerah

UMKM Lokal Naik Kelas: S&F Shoes Sukabumi Tawarkan Sandal Berkualitas Harga Bersaing

Kabar Daerah

HHBK Dongkrak Ekonomi Desa: Madu Trigona hingga Kopi Cipeuteuy Mulai Dilirik Pasar