Warga bersama Kades Ciemas dan Polsek membuka segel kayu dipintu ruang Kades Wisnu / Foto : Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Setelah sempat disegel oleh warga, pintu ruang kerja Kepala Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, akhirnya kembali dibuka pada Rabu (12/3/2025). Pembukaan segel ini dilakukan setelah mediasi antara warga dan kepala desa di Polsek Ciemas.
Sebelumnya video viral penyegelan terjadi pada Senin (10/3/2025) akibat kesalahpahaman antara warga dan Kepala Desa Ciemas, Wisnu Handito, terkait penanganan bencana banjir di wilayah tersebut.
Baca: https://mediaaksara.id/warga-geram-ruang-kades-ciemas-disegel-dipicu-dugaan-lalai-jarang-ngantor/
Kanit Reskrim Polsek Ciemas, Aipda Fery Sahrony, menjelaskan bahwa sebelum segel dibuka, perwakilan warga dan kepala desa telah melakukan mediasi yang difasilitasi oleh Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja. Mediasi yang berlangsung di Mapolsek Ciemas ini turut dihadiri unsur Forkopimcam serta tokoh masyarakat.
“Hasil mediasi tadi pagi, warga sepakat untuk membuka kembali pintu ruang kerja kepala desa,” ujar Aipda Fery.
Baca: https://mediaaksara.id/gasak-obat-pertanian-rp37-juta-gercep-hari-sama-pelaku-diringkus-polisi/
Ia menambahkan bahwa proses pembukaan segel dilakukan secara resmi dan disaksikan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.
Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, menyambut baik kesepakatan tersebut dan berharap pelayanan kepada masyarakat bisa kembali berjalan normal. Ia juga mengimbau agar setiap permasalahan diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
Baca: https://mediaaksara.id/pgri-jampangkulon-bagikan-1000-takjil-wujud-kepedulian-di-bulan-ramadan/
Sementara itu, Kepala Desa Ciemas, Wisnu Handito, menyatakan bahwa permasalahan ini telah diselesaikan melalui mediasi. Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
“Mudah-mudahan ini menjadi bahan introspeksi, baik bagi warga maupun bagi saya secara pribadi,” ungkapnya.
Baca: https://mediaaksara.id/galaxy-a06-5g-resmi-rilis-canggih-tangguh-cuma-dua-jutaan/
Diketahui, aksi penyegelan dilakukan warga pada Senin (10/3/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Warga memasang kayu menyilang di kusen pintu ruang kerja kepala desa sebagai bentuk protes.
Penyegelan dipicu oleh kekecewaan warga yang merasa sulit menemui kepala desa, terutama saat bencana banjir melanda Desa Ciemas beberapa hari sebelumnya.
Baca: https://mediaaksara.id/bencana-sukabumi-3-korban-masih-hilang-pencarian-dan-pemulihan-diperpanjang/
Uju, salah satu warga, mengatakan bahwa saat banjir terjadi, warga yang hendak melapor tidak bisa menemui kepala desa karena diduga sedang berada di luar kota untuk urusan pribadi.
“Situasi sedang krusial, warga ingin melapor, tapi kepala desa tidak ada di tempat. Katanya ke Sukabumi ada urusan keluarga dan ke Kantor BPN. Warga kecewa dan spontan melakukan penyegelan,” ujar Uju.
Kini, setelah mediasi, ruang kerja kepala desa kembali dibuka dan diharapkan pelayanan publik dapat lebih baik lagi dilaksanakan oleh kepala desa Ciemas.
Reporter : Yadi
Redaktur : Rapik Utama







