Home / Pemerintahan

Sabtu, 12 Juli 2025 - 10:00 WIB

Kemenag Tegaskan Edukasi Intensif Cegah Konflik Sosial di Tiga Kecamatan Sukabumi

Kasi Bimais Kemenag Kabupaten Sukabumi, Deddy Wijaya / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Upaya menjaga kondusivitas wilayah dan mencegah potensi konflik sosial berbasis keagamaan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi akan mengintensifkan edukasi masyarakat di tiga kecamatan yang dinilai rawan gesekan sosial: Cidahu, Parakansalak, dan Cibadak.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimais) Kemenag Kabupaten Sukabumi, Deddy Wijaya, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari program nasional bertajuk Penguatan Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan. Program akan dijalankan bersama Forkopimda, MUI, tokoh agama, dan ormas Islam.

Baca: https://mediaaksara.id/kua-warungkiara-faktor-ekonomi-dan-pinjol-jadi-pemicu-utama-perceraian/

” Tiga daerah ini bukan sedang terjadi konflik, namun dari evaluasi kami, perlu ada langkah preventif secara intensif. Edukasi terkait toleransi, kerukunan, dan pemahaman regulasi dalam kehidupan beragama menjadi sangat penting,” jelas Deddy.

Ia menyebut, para penyuluh agama akan terus melakukan pendekatan dialogis dan kultural sebagai bagian dari proses rekonsiliasi sosial. Menurutnya, membangun keharmonisan adalah tanggung jawab kolektif, tidak semata tugas pemerintah.

Baca: https://mediaaksara.id/lebaran-yatim-difabel-kua-sukaraja-tanam-nilai-empati-sambut-muharram-1447-h/

“Kegiatan edukatif bertujuan menciptakan kedamaian dan ketenangan di masyarakat. Kuncinya ada di komunikasi yang intens dan pendekatan persuasif,” tambahnya.

Deddy juga mengonfirmasi sejumlah kejadian di masa lalu, seperti insiden di Cidahu dan Cibadak, telah ditangani oleh tim gabungan Kemenag, Bakorpakem, dan Forkopimda. Ia menyebut, saat ini tidak ditemukan lagi aktivitas kelompok mencurigakan di wilayah tersebut.

Baca: https://mediaaksara.id/akad-nikah-dikenai-biaya-tambahan-dugaan-pungli-di-kua-cibadak-kasi-bimas-islam-kemenag-sukabumi-acuh-tak-peduli/

“Sebelumnya memang ada laporan terkait kelompok tertentu, namun kini kondisinya sudah terkendali. Kami tetap lakukan pendalaman dan evaluasi, menunggu arahan lebih lanjut dari pusat,” ungkapnya.

Baca: https://mediaaksara.id/ruang-kelas-mdt-ambruk-kasi-pd-pontren-imbau-warga-bantu-madrasah-nurul-hikmah/

Ia berharap pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan potensi konflik di tiga kecamatan, tetapi juga bisa menjadi model bagi wilayah lain di Sukabumi.

“Tujuan utama kami adalah menciptakan ruang sosial yang damai dan harmonis bagi seluruh warga tanpa melihat latar belakang keyakinannya,” tutup Deddy.

 

Reporter: De

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

TMMD Kodim 0622 Sukabumi Hadirkan Air Bersih bagi SD dan 60 KK Warga Ciemas

Pemerintahan

Tripartit Sukabumi Bahas Iklim Investasi dan Perlindungan Pekerja

Pemerintahan

Perluas Akses Keuangan Masyarakat, Pemkab Sukabumi Perkuat Dukungan bagi UMKM ‎

Pemerintahan

‎Ironi Kelistrikan Nasional, Hampir 70 Rumah Warga di Cibadak Sukabumi Belum Teraliri Listrik

Pemerintahan

BSPS 2026 Sasar 200 Rumah di Sukabumi, Tambahan 100 Unit Dikawal Ribka Tjiptaning untuk 2027

Pemerintahan

Pemprov Jabar KDM Wajibkan Desa Buka APBDes 2026, Warga Bisa Awasi Anggaran Lewat Media Sosial

Pemerintahan

Hari Santri 2026: Santri Sukabumi Didorong Kuasai Teknologi dan Aktif Bangun Daerah

Pemerintahan

Data BPS: Pengangguran Sukabumi 110 Ribu, Disnaker Genjot Pelatihan dan Kewirausahaan