Guru MDT Nurul Hikmah Gunungguruh menunjukkan kondisi kelas yang rusak/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi angkat bicara terkait ambruknya bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Hikmah yang terletak di Kampung Ciburial, RT 58/RW 11, Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Insiden terjadi saat kegiatan belajar-mengajar sedang libur, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerusakan parah pada bagian samping tiga ruang kelas menyebabkan aktivitas pendidikan di madrasah tersebut terhenti.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Sukabumi, Henda, menyampaikan rasa prihatin dan duka atas peristiwa yang menimpa lembaga pendidikan keagamaan tersebut.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Meski tidak ada korban, kami sangat memahami pentingnya keberadaan madrasah bagi masyarakat sekitar,” ujar Henda, Jumat (11/07).
Ia menegaskan, meskipun MDT merupakan lembaga pendidikan nonformal yang lahir dari dan untuk masyarakat, pihak Kemenag tetap akan melaporkan kejadian kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Barat sebagai bentuk perhatian dan tembusan.
“Memang saat ini belum ada skema anggaran negara untuk sarana-prasarana MDT. Namun, jika pihak madrasah maupun forum komunikasi MDT setempat melakukan upaya perbaikan dan membutuhkan dukungan administratif, kami siap memberikan rekomendasi resmi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Henda mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Kecamatan Gunungguruh, mari bersama bergotong royong membantu kelangsungan pendidikan di MDT Nurul Hikmah. Ia menekankan peran masyarakat sangat penting dalam menjaga eksistensi lembaga pendidikan keagamaan.
Baca: https://mediaaksara.id/dandim-0607-sukabumi-tinjau-lokasi-longsor-di-bojonggenteng-sukabumi/
“Kami juga berharap pemerintah daerah turut memberikan perhatian, misalnya melalui koordinasi dengan pihak kecamatan dan lembaga terkait, seperti Bagian Kesra, untuk mendukung rehabilitasi bangunan,” tambahnya.
Saat ini, pihak madrasah sedang berupaya mencari alternatif agar kegiatan belajar tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan fasilitas.
“Meskipun tidak mendapat pembiayaan langsung dari pemerintah, madrasah diniyah adalah bagian penting dari sistem pendidikan keagamaan Indonesia dan patut mendapat perhatian bersama,” tutup Henda.
Redaktur: Rapik Utama







