Home / Sosial Ekonomi

Rabu, 29 Januari 2025 - 07:20 WIB

Kelompok Tani Rahayu, Inovasi Kerajinan Bambu dan Makanan Jadul, Dorong Ekonomi Rakyat

Kreativitas Ekonomi Poktan Rahayu Cibitung Sukabumi / Foto : W. Windu

MEDIAAKSARA.ID -Kelompok Tani Rahayu tidak hanya fokus pada kegiatan bercocok tanam padi dan palawija, tetapi juga mendorong anggotanya berkreasi melalui pembuatan beragam kerajinan tangan berbahan dasar bambu. Aktivitas ini dilakukan di rumah pengurus Poktan Rahayu yang berlokasi di Kampung Cibungur 1, RT 04 RW 01, Desa Talaga Murni, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.

Dengan visi misi kebersamaan memajukan ekonomi anggota, Poktan Rahayu memanfaatkan keahlian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Di sela waktu menunggu hasil panen, anggota kelompok ini membuat kerajinan dari bambu, sementara anggota perempuan memproduksi makanan tradisional seperti opak dan kerupuk dapros.

Beberapa produk kerajinan yang dihasilkan meliputi anyaman bambu (sasag) untuk penjemuran, boboko (wadah nasi), hihid (kipas nasi), kandang ayam dan burung, serta berbagai kerajinan tangan lainnya.

Ketua Poktan Rahayu, Deni Suandi, menyampaikan kepada mediaaksara.id bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota. “Selain bercocok tanam padi dan palawija, kami mendorong anggota untuk kreatif dan produktif, sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomi di sela waktu menunggu panen,” ujarnya, Selasa (28/01/2025).

Deni mengakui bahwa penjualan hasil kerajinan ini belum optimal, namun semangat untuk maju secara bersama tetap menjadi prioritas. “Yang terpenting, kebutuhan pokok anggota bisa terpenuhi. Hal inilah yang memotivasi kami terus berkreasi,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Poktan sebagai wadah pembelajaran bagi anggotanya. “Sebagian besar anggota kami berasal dari masyarakat ekonomi lemah, sehingga kami harus terus menyesuaikan keterampilan agar bisa produktif dan memenuhi kebutuhan mereka,” ungkap Deni.

Namun, ia mengakui masih ada kendala dalam pemasaran dan pengembangan usaha. “Saat ini, pemasaran kerajinan hanya terbatas pada anggota dan warga sekitar. Kami sangat membutuhkan pembinaan pemasaran dan bantuan dari pihak terkait, termasuk anggaran pemberdayaan masyarakat,” harap Deni.

Dengan semangat gotong royong, Deni berharap hasil penjualan produk ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi anggota, tetapi juga mampu meningkatkan kas kelompok untuk mendukung kegiatan Poktan di masa mendatang.

Reporter: W. Windu

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

1.406 Warga Dapat Bansos di Benteng Sukabumi, Tapi Distribusi Sampai Dini Har, Cek Fakta di Baliknya!

Sosial Ekonomi

Antusias Warga Bojonggenteng Donor Darah, Bukti Nyata Kepedulian Selamatkan Sesama

Sosial Ekonomi

Tragedi Tenda Biru Ujung Genteng: 3 Nyawa Melayang, Gelombang Duka dan Empati Mengalir

Sosial Ekonomi

Bukber Penuh Makna, Kapolsek Jampangkulon Bagikan Bingkisan Anggota Jelang Lebaran

Sosial Ekonomi

Hikmah di Balik Ramadan, PLN Sukabumi Hadir Ringankan Beban Korban Tanah Bergerak

Sosial Ekonomi

Penuh Hikmah! KNPI dan Karang Taruna Gunungguruh Santuni Yatim dan Dhuafa di Safari Ramadan

Sosial Ekonomi

Buka Puasa Bersama Pemuda Pancasila Sukabumi Diisi Aksi Sosial, Ayep Zaki Sebut Energi Anak Muda Kunci KemajuanĀ 

Sosial Ekonomi

Dari Program Gizi ke Aksi Sosial, MBG Sukabumi Renovasi Sekolah Rusak di Pabuaran