Pekerja perempuan sosok Kartini pejuang keluarga di dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) MBG di Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Aroma masakan yang mengepul dari dapur SPPG Jasa Raka Bantargadung, Selasa (21/4/2026), bukan sekadar pertanda aktivitas pagi. Di balik itu, tersimpan semangat perjuangan perempuan yang terus hidup, sejalan dengan peringatan Hari Kartini.
Di tempat yang jauh dari sorotan, nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini justru terasa nyata. Perempuan-perempuan di dapur SPPG bukan hanya menjalankan tugas keluarga, tetapi juga menjadi penggerak suksesnya pelaksanaan MBG, melayani dengan ketulusan, dan menjaga harapan di tengah keterbatasan.
Kepala SPPG Jasa Raka Bantargadung, Doni Damara, menegaskan semangat Kartini hari ini tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dijalani dalam kehidupan sehari-hari.
“Kartini hari ini bukan hanya dikenang, tapi dijalani. Banyak perempuan hebat di sekitar kita yang mungkin tak terlihat, tetapi memiliki peran luar biasa,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, perempuan di lingkungan SPPG memiliki peran strategis sebagai penopang keluarga sekaligus bagian penting dalam ketahanan sosial masyarakat. Di tengah kesibukan, mereka tetap berupaya berkembang, belajar, dan saling menguatkan.
- Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/kpk-soroti-celah-korupsi-sistemik-rekomendasi-bisa-mandek-tanpa-komitmen-lembaga/
Doni menilai, makna perjuangan Kartini di era sekarang tercermin dari keberanian perempuan menghadapi keterbatasan dan mengubahnya menjadi kekuatan.

“Banyak yang memulai dari nol, tetapi memiliki tekad besar. Ketika perempuan diberi kesempatan, mereka mampu melampaui batas yang selama ini dianggap mustahil,” tambahnya.
Peringatan Hari Kartini di Bantargadung tidak sekadar seremoni. Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya menghargai setiap peran perempuan dari hal kecil hingga pengorbanan besar yang sering tak terlihat.
Di dapur sederhana ini, Kartini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah. Ia hidup dalam kerja keras, ketulusan, dan harapan yang terus dijaga oleh perempuan-perempuan tangguh.
Doni pun mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan memberdayakan perempuan agar dapat berkembang secara optimal.
“Perempuan tidak selalu butuh panggung untuk disebut hebat. Cukup diberi ruang dan dukungan, mereka akan membuktikan kekuatan sejatinya,” tutupnya.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







