Home / Kabar Daerah

Senin, 15 September 2025 - 21:39 WIB

Irigasi Kertamukti Rusak, 500 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen di Sukabumi

Penampakan Irigasi di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Ratusan hektare sawah di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terancam gagal panen akibat kerusakan saluran irigasi. Meski pasokan air dari PLTA Ubrug mengalir, namun air tidak sampai ke lahan warga lantaran banyaknya kebocoran, pendangkalan, dan penyempitan jalur irigasi.

Kondisi ini menimbulkan keresahan para petani, karena irigasi tersebut menjadi tumpuan utama pengairan sawah di tiga desa, yakni Kertamukti, Bojongkerta, dan Ubrug, kecamatan Warungkiara dengan total area sekitar 500 hektare.

Kepala Desa Kertamukti, Dede Kusnadi, mengatakan masalah ini sudah berlangsung lama dan semakin terasa pada musim kemarau. “Air dari PLTA Ubrug sebenarnya cukup besar, tapi irigasi banyak yang bocor, dangkal, dan menyempit, sehingga tidak sampai ke sawah. Akhirnya petani yang jadi korban,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/kepala-disperkim-sukabumi-pembangunan-jembatan-tarisi-rp919-juta-harus-transparan-dugaan-pungli-disorot/

Pantauan di lapangan menunjukkan banyak saluran irigasi dipenuhi lumpur, sampah, dan endapan tanah yang menghambat aliran. Beberapa titik bahkan hanya menyisakan genangan kecil yang tidak mencukupi kebutuhan air sawah.

Penampakan Irigasi di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/Foto: Istimewa
Penampakan Irigasi di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/Foto: Istimewa

Para petani resah karena tanpa air, proses bercocok tanam tidak bisa berjalan. “Sawah di sini sepenuhnya mengandalkan irigasi. Kalau air tidak mengalir, jelas masyarakat yang paling dirugikan,” tambah Dede.

Baca: https://mediaaksara.id/atap-smpn-1-cimanggu-ambruk-bupati-sukabumi-tinjau-lokasi-dan-instruksikan-perbaikan-cepat/

Warga sempat melakukan pengerukan lumpur dan pembersihan saluran secara swadaya, namun keterbatasan peralatan dan biaya membuat perbaikan hanya bersifat sementara. Dede menegaskan, pemerintah daerah harus segera turun tangan melakukan normalisasi dan perbaikan permanen.

“Jangan tunggu sampai petani gagal panen. Irigasi ini adalah kunci ketahanan pangan. Kalau dibiarkan, dampaknya bukan hanya bagi petani, tapi juga terhadap ketersediaan pangan masyarakat luas,” tegasnya.

Persoalan irigasi di Kertamukti menjadi alarm penting seiring terwujudnya ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari infrastruktur pengairan yang memadai. Tanpa itu, kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian akan terancam.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Lutung Jawa Bertahan di Desa Penyangga TNGHS, Indikator Kesehatan Hutan Jawa Barat

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Smartboard di Rumah: Ulah Baru Kepsek! Klarifikasi ‘Beres’ SDN Kaum Bikin Penasaran

Kabar Daerah

Kumis Ucing, Warisan Obat Tradisional dari Pekarangan Desa Penyangga Halimun

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi

Kabar Daerah

UMKM Lokal Naik Kelas: S&F Shoes Sukabumi Tawarkan Sandal Berkualitas Harga Bersaing

Kabar Daerah

HHBK Dongkrak Ekonomi Desa: Madu Trigona hingga Kopi Cipeuteuy Mulai Dilirik Pasar