Home / Nasional

Minggu, 26 Januari 2025 - 23:50 WIB

ICMI Jabar, Masalah Guru Honorer Harus Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Foto : Ketua ICMI Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. H. Sutarman di Gedung Pendopo Kab. Sukabumi

MEDIAAKSARA.ID -Ketua Organisasi Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. Sutarman, menanggapi isu terkait status honorer guru dan tenaga kependidikan, khususnya aksi yang dilakukan oleh Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Korda Sukabumi.

Menurut Sutarman, unjuk rasa yang dilakukan guru honorer adalah bentuk penyaluran aspirasi yang sah dan harus dihormati. “Jika di berbagai daerah terdapat sebagian guru yang unjuk rasa, biarkanlah mereka menyalurkan aspirasinya. Jangan diganggu atau diintimidasi, karena mereka menginginkan keadilan serta tanggung jawab sosial untuk menyuarakan perasaan mereka,” ungkapnya.

Aksi Guru Honorer Menuntut Jumlah Formasi dan SK.PPPK di BKPSDM Kab. Sukabumi
Aksi Guru Honorer Menuntut Jumlah Formasi dan SK.PPPK di BKPSDM Kab. Sukabumi

Menurutnya, Permasalahan Honorer di Jawa Barat, Sutarman menyatakan bahwa fenomena ketidaknyamanan yang dialami guru honorer, khususnya di Jawa Barat, harus disikapi dengan penuh simpati oleh pemerintah. “Pemerintah tak perlu panik. Sambutlah mereka dengan baik, siapa tahu aspirasi mereka bisa menjadi pertimbangan bagi pengambil keputusan,” tambahnya.

Prihal Guru dan tenaga kependidikan honorer, diyakini Sutarman, adalah insan berdedikasi tinggi yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan. “Jika guru honorer di SMA/SMK atau sederajat telah mengabdi lebih dari 10 tahun, itu artinya mereka telah berjasa meluluskan banyak sarjana yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Namun, ia menyoroti minimnya perhatian terhadap kesejahteraan mereka. “Lebih miris lagi, masih ada guru honorer yang telah mengabdi lebih dari 19 tahun tetapi status dan kesejahteraan mereka masih jauh dari memadai. Padahal, dukungan fiskal Indonesia cukup untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya melalui sambungan seluler.

Ketua ICMI Jabar menilai masalah guru honorer ini tidak hanya soal kebijakan teknis, tetapi juga politik dan keberpihakan anggaran pemerintah. “Jika anggaran untuk food estate, bansos, dan infrastruktur bisa tersedia dan tuntas, mengapa masalah honorer yang ada di depan mata tidak dijadikan prioritas utama? Pemerintah harus memiliki ‘road map’ untuk menyelesaikan masalah ini secara total,” tandasnya.

Ia juga menekankan bahwa guru honorer sebagai anak bangsa masih menunjukkan sikap damai dalam menyampaikan aspirasi mereka. “Mereka hanya meminta realisasi janji-janji dari caleg, capres, dan penyelenggara negara. Janji-janji itu menjadi bahan tagihan saat mereka terpilih,” pungkasnya.

Lebih detail Sutarman menegaskan bahwa penyelesaian masalah honorer guru dan tenaga kependidikan adalah tanggung jawab bersama yang harus segera diwujudkan demi keadilan dan keberlanjutan pendidikan nasional.

Reporter : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Nasional

‎PWI Tegaskan Bertanggung Jawab atas HPN 2027, Buka Ruang Keterlibatan Seluruh Konstituen Dewan Pers

Nasional

Kartu Pers Bukan Kartu Sakti: PWI Jabar Kecam Oknum Ngamuk di SDN 2 Sukaraja

Nasional

Presiden Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU, Ulang Momen Bersejarah Presiden Soekarno

Nasional

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Nasional

Pelanggan Bisnis dan Industri PLN Jabar Tumbuh Signifikan, Dorong Penguatan Ekonomi Jawa Barat

Nasional

Ekspor Benih Bening Lobster Dihentikan, Nelayan Ujung Genteng Klaim Pendapatan Anjlok hingga 70 Persen

Nasional

Prabowo Turun Gunung Tangani Karhutla, Dorong Inovasi hingga Sumur Bor di Lahan Gambut

Nasional

Kritik Desil DTSEN Disorot Zainul, Warga Miskin Terancam Kehilangan Bantuan hingga KIP Pendidikan