Home / Kabar Daerah

Kamis, 29 Mei 2025 - 16:54 WIB

Heboh Spanduk “Gabung Kota Sukabumi”, Warga Dapil 4 Melawan!

Spanduk Kontroversial Mengatasnamakan Program Gubernur KDM di Tugu Cisaat Jalan Komplek GOR, Desa Sukamanah / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Masyarakat dari kecamatan di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Sukabumi mengecam keras kemunculan spanduk liar yang mengajak wilayah Dapil IV bergabung dengan Kota Sukabumi. Aksi pemasangan spanduk ini dinilai menyesatkan, tidak sah, dan tidak mencerminkan aspirasi warga.

Spanduk-spanduk kontroversial tersebut ditemukan terpasang di titik-titik strategis wilayah seperti Cisaat, Sukabumi, Gunungguruh, dan Sukaraja. Warga menduga aksi ini dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang tidak memiliki legitimasi hukum maupun dukungan masyarakat.

Salah satu kecaman muncul dari Ketua KNPI Kecamatan Gunungguruh, Ujang Abdurohman, menegaskan warga justru memiliki pandangan berbeda. “Masyarakat mendukung pembentukan wilayah administratif baru, yakni daerah otonomi baru (DOB) yaitu Sukabumi Utara, bukan penggabungan ke Kota Sukabumi,” tukasnya.

Baca:  https://mediaaksara.id/presidium-cdob-desak-bupati-keluarkan-rekomendasi-resmi-pemekaran-sukabumi-utara/

Ujang juga mengungkapkan Cisaat memiliki nilai historis sebagai bagian penting Kabupaten Sukabumi. “Keberadaan Gedung Korpri, kantor dinas, dan stadion besar di Cisaat menegaskan peran sentral wilayah ini dalam sejarah pemerintahan kabupaten,” imbuhnya.

Diketahui, Dapil IV mencakup sembilan kecamatan, diantaranya Gunungguruh, Cisaat, Kadudampit, Sukabumi, Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Cireunghas, dan Gegerbitung. Seluruh wilayah diketahui satu suara untuk tetap berada di bawah Kabupaten Sukabumi, dengan harapan pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

Seorang warga Desa Mangkalaya, Gunungguruh, Doel turut menyuarakan keresahannya. Ia mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar segera menertibkan spanduk tersebut dan mengusut aktor intelektual di baliknya.

Baca:https://mediaaksara.id/pembangunan-camping-ground-di-cibadak-diduga-tak-berizin-ahli-waris-klaim-lahan-diserobot/

“Spanduk ini sangat meresahkan. Mereka mengatasnamakan program Pak Gubernur KDM untuk membenarkan tindakan sepihak. Ini bisa memicu perpecahan horizontal,” ujarnya.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Satpol PP, dan aparat keamanan untuk segera bertindak tegas menjaga ketertiban ruang publik dan meluruskan informasi yang beredar demi mencegah konflik sosial yang lebih luas.

 

Koresponden: Uv

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Pemdes Bantargadung Klarifikasi Perbedaan Volume Pembangunan Jalan dengan Dokumen RAB

Kabar Daerah

Pengusaha Sukabumi Tuntut Pengembalian Dana Rp218,25 Miliar Terkait Kerja Sama Dapur MBG

Kabar Daerah

BPK PENABUR Cicurug Integrasikan STEM, Robotik, Coding, dan AI dalam Kurikulum: Siapkan Generasi Industri Masa Depan

Kabar Daerah

Warga Gotong Royong Tambal Jalan Rusak Perbatasan Bantargadung – Cikidang, Harapkan Perbaikan Permanen

Kabar Daerah

Tim Voli Putra Muspika Jampangkulon Juara Karang Taruna Cup Ciparay 2026

Kabar Daerah

Semarak Anak Ikuti Playdate Literasi Digital, Sukabumi Perkuat Peran Orang Tua Mendidik Generasi Cerdas Teknologi

Kabar Daerah

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Sukabumi Gaungkan Aksi Nyata Kelola Sampah dan Keadilan Iklim

Kabar Daerah

Heboh! Dari Kawasan Wisata Sukabumi, Ilmuwan Temukan Bakteri Baru yang Berpotensi Mengubah Dunia Industri dan Kesehatan