Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi saat meninjau penanganan pasien dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Puskesmas Simpenan, Rabu (28/01/2026) malam / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, memberikan keterangan resmi terkait peristiwa dugaan keracunan makanan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kecamatan Simpenan pada Rabu (28/01/2026).
Dalam wawancara dengan MediaAksara melalui sambungan seluler pada Kamis (29/01/2026), Masykur mengungkapkan dirinya langsung turun ke lokasi sejak malam kejadian untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Saya malam langsung ke lokasi dan baru pulang sekitar pukul 02.00 WIB, setelah dipastikan sudah tidak ada lagi pasien yang datang ke Puskesmas,” ujar Masykur.
Berdasarkan hasil pantauan terakhir Dinas Kesehatan, tercatat 22 orang pasien yang diduga mengalami keracunan makanan.
“Dari jumlah tersebut, 6 orang dirujuk ke Rumah Sakit Palabuhanratu, 1 orang menjalani observasi di Puskesmas Simpenan, sementara 15 orang lainnya dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Masykur menegaskan dalam penanganan kasus tersebut, Dinas Kesehatan mengedepankan prinsip life saving atau penyelamatan nyawa dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP).
“Setiap pasien yang datang langsung dilakukan triase atau asesmen pemilaham berdasarkan derajat kesakitannya. Setelah itu dilakukan stabilisasi di puskesmas, dievaluasi, dan bila diperlukan segera dirujuk ke rumah sakit,” terangnya.
Ia juga mengaku telah menginstruksikan Direktur RSUD Palabuhanratu untuk siaga dalam mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien.
“Alhamdulillah, bahkan direktur rumah sakit juga turun langsung ke Puskesmas Simpenan. Ini memudahkan koordinasi,” katanya.
Dalam penanganan kasus ini, Kadinkes menerapkan konsep kebersamaan wilayah dengan melibatkan puskesmas terdekat.
“Saya mengundang kepala puskesmas wilayah 1 di sekitar Simpenan dan alhamdulillah semuanya hadir. Ini wujud pelayanan kesehatan yang responsif dan cepat,” ungkapnya.
Selain penanganan medis, Dinas Kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri penyebab kejadian.
Baca: https://mediaaksara.id/menu-tahu-mbg-berjamur-guru-dan-siswa-di-simpenan-dilarikan-ke-puskesmas/
“Saya instruksikan seluruh jajaran dinas dan puskesmas untuk melakukan penyelidikan epidemiologi,” tegasnya.
Untuk memastikan sumber dugaan keracunan, sampel makanan MBG telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
“Sampel yang diperiksa merupakan makanan yang dikonsumsi, di antaranya nasi, tahu, dan buncis. Hasilnya nanti akan kami pantau,” pungkas Masykur.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







