Fakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) oleh Dinas pendidikan bersama unsur lintas sektoral, PWI dan pérangkat daerah pemkab Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melaksanakan penandatanganan Fakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2025. Kegiatan digelar pada Kamis (22/5/2025) di aula kantor Dinas Pendidikan dan dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor.
Acara tersebut turut melibatkan perwakilan dari TNI, Polri, Kejaksaan Negeri, Inspektorat, Dinas Sosial, Disdukcapil, serta organisasi mitra Dinas Pendidikan seperti PGRI, K3S, MKKS, dan insan pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, kepada Mediaaksara menyampaikan kegiatan merupakan langkah awal memastikan pelaksanaan SPMB 2025 berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan.
“Alhamdulillah, hari ini kami telah menyelesaikan penandatanganan Fakta Integritas. Semoga pelaksanaan SPMB tahun 2025 berjalan lancar, aman, dan sukses tanpa ekses,” ujar Eka kepada MediaAksara melalui seluler.
Eka juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan untuk menjunjung tinggi integritas dan menolak segala bentuk pungutan liar (pungli).
“Kami himbau agar tidak ada kecurangan dalam proses penerimaan siswa. Mari kita laksanakan dengan profesional dan penuh tanggung jawab,” pungkas Kadisdik Eka.
Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Mulya Hermawan, memberikan apresiasi atas inisiatif Dinas Pendidikan dalam membangun komitmen bersama lintas sektor.
“Kami dari PWI siap menjalankan fungsi menyosialisasikan proses SPMB melalui pemberitaan yang berimbang dan edukatif. Tapi kami juga berharap, ini bukan hanya seremonial. Integritas harus dijalankan secara nyata di lapangan,” tegasnya.
Baca: https://mediaaksara.id/guru-honorer-k2-sukabumi-sambangi-disdik-pertanyakan-perubahan-status-ke-r3/
Mulya juga menekankan perlunya evaluasi dari pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya dan pentingnya pelibatan tokoh masyarakat.
“Jangan sampai muncul praktik ‘main mata’. Kami dorong agar peran ulama dan cendekiawan dilibatkan dalam membina panitia dan sekolah, mari bersama wujudkan SPMB yang adil, bermartabat dan beretika,” tegas Ketua PWI Kabupaten Sukabumi.
Reporter: Juliansyah
Redaktur : Rapik Utama







