Home / Kabar Daerah

Senin, 30 Juni 2025 - 12:36 WIB

Desak Perbaikan Jalur Domisili PPDB di Sukabumi, Kompak Soroti Sistem Zonasi Tak Berpihak

Audiensi LSM Kompak bersama Panitia SPMB di Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat / Foto: MediaAksara 

MEDIAAKSARA.ID – Polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA di wilayah Sukabumi kembali menjadi sorotan. Dalam audiensi yang digelar di Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V pada Senin, 30 Juni 2025, LSM Kompak bersama pengawas wilayah mengungkapkan sejumlah permasalahan, terutama terkait jalur domisili dan sistem zonasi.

Ketua Pengawas Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), Iwan Setiawan, menyebutkan sistem zonasi saat ini belum sepenuhnya berpihak pada wilayah-wilayah penyangga di Kota Sukabumi. Hal ini menjadi sorotan mengingat beberapa SMA negeri di kota kerap menjadi tumpuan siswa dari kabupaten, terutama dua kecamatan yang belum memiliki SMA negeri.

“Kalau dilihat dari sisi aturan, masyarakat memandangnya secara umum, tidak membedakan Kota dan Kabupaten. Tetapi faktanya, Kota Sukabumi justru menjadi penyangga bagi siswa dari Kabupaten. Ini harus menjadi perhatian dalam penentuan zonasi,” jelas Iwan.

Baca: https://mediaaksara.id/kinerja-camat-cidolog-disorot-diduga-lalai-terbitkan-surat-hibah-tanah-bermasalah/

Iwan juga menanggapi sejumlah temuan dari LSM Kompak terkait anomali titik koordinat domisili siswa. Ia mengakui sistem pendaftaran online masih mengalami ketidaksesuaian antara lokasi calon siswa dengan alamat di Kartu Keluarga (KK). Beberapa kasus ditemukan titik koordinat yang terlalu dekat atau bahkan terlalu jauh dari lokasi sebenarnya.

“Kita sudah lakukan verifikasi faktual terhadap titik-titik anomali. Beberapa siswa yang koordinatnya terdeteksi ‘mendekat’ sudah kami koreksi,” imbuhnya.

Meski demikian, Iwan mengapresiasi masukan dari berbagai pihak, termasuk LSM, yang dinilainya sangat konstruktif sebagai bahan evaluasi ke depan.

Baca: https://mediaaksara.id/listrik-padam-di-sukabumi-aktivitas-warga-terganggu-sinyal-komunikasi-hilang-cek-penjelasan-pln/

Sementara itu, Ketua Investigasi LSM Kompak, Dadang Jamaludin, meminta pihak KCD Wilayah V dan sekolah-sekolah di Sukabumi untuk lebih serius dalam menegakkan aturan pelaksanaan PPDB.

” Kami menemukan banyak kejanggalan dalam pelaksanaan jalur domisili. Sistemnya sudah cukup baik, tapi human error masih kerap terjadi. Ini yang perlu diperbaiki,” tegas Dadang.

Baca: https://mediaaksara.id/wamenkumham-silmy-karim-disorot-fpii-tidak-responsif-terhadap-permintaan-klarifikasi-pers/

Ia juga menyoroti pentingnya integritas para pejabat pelaksana. Jika tidak mampu menjalankan tugas sesuai regulasi, sebaiknya mengundurkan diri agar tidak merugikan masyarakat.

“Kalau memang tidak bisa bekerja sesuai regulasi, lebih baik berhenti saja,” pungkasnya.

Ia berharap evaluasi terbuka ini diharapkan menjadi momentum memperbaiki sistem PPDB agar lebih adil, transparan, dan menjamin akses pendidikan yang merata di Sukabumi.

 

Reporter: Nald

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Lutung Jawa Bertahan di Desa Penyangga TNGHS, Indikator Kesehatan Hutan Jawa Barat

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Smartboard di Rumah: Ulah Baru Kepsek! Klarifikasi ‘Beres’ SDN Kaum Bikin Penasaran

Kabar Daerah

Kumis Ucing, Warisan Obat Tradisional dari Pekarangan Desa Penyangga Halimun

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi

Kabar Daerah

UMKM Lokal Naik Kelas: S&F Shoes Sukabumi Tawarkan Sandal Berkualitas Harga Bersaing

Kabar Daerah

HHBK Dongkrak Ekonomi Desa: Madu Trigona hingga Kopi Cipeuteuy Mulai Dilirik Pasar