Home / Pemerintahan

Sabtu, 27 September 2025 - 11:12 WIB

Cegah Pupuk Subsidi Disalahgunakan, Pemkot Sukabumi Perketat Pengawasan Kios PPTS

Tim DKP3 Kota Sukabumi monitoring pengawasan pupuk subsidi di kios Penerima Pada Titik Serah (PPTS) / Foto: MediaAksara 

MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi agar penyalurannya tepat sasaran. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) bersama Dinas Komindag, Kejaksaan, serta KP3, monitoring dilakukan ke delapan kios Penerima Pada Titik Serah (PPTS) di Wilayah Kota Sukabumi.

Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Adrian Hariyadi, dikonfirmasi MediaAksara menegaskan pengawasan ini untuk memastikan stok pupuk tersedia, harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), dan distribusi hanya kepada petani penerima yang berhak.

“Alhamdulillah seluruh anggota hadir dalam monitoring. Kami berharap kios menjual sesuai aturan dan tidak menyalurkan kepada pihak yang tidak berhak, karena data penerima sudah jelas,” ungkap Adrian di Pasar Pasundan, Kelurahan Nyompong, Kecamatan Warudoyong.

Baca: https://mediaaksara.id/cek-jadwal-lengkap-piala-bergilir-kalapas-kelas-iia-warungkiara-sukabumi/

Hingga saat ini, tingkat penyerapan pupuk subsidi di Kota Sukabumi mencapai 80–90 persen. Pemerintah mendorong penyuluh pertanian agar mengingatkan petani segera menebus pupuk yang dialokasikan, sehingga serapan bisa mencapai target 100 persen.

“Kami targetkan serapan bisa 100 persen. Jangan sampai pupuk menumpuk di kios, karena kuotanya terbatas. Petani harus segera menebus agar haknya tidak terlewat,” tambah Adrian pada Rabu (24/9/2025).

Selain pupuk kimia, Pemkot Sukabumi juga mulai mendorong petani beralih ke pupuk organik. Meski membutuhkan waktu karena kebiasaan petani yang masih mengandalkan pupuk kimia, pemerintah optimis peralihan ini akan berjalan bertahap.

Baca: https://mediaaksara.id/nilai-administrasi-tertinggi-tujuan-kades-mengabdi-bukan-harta-desa-gegerbitung-bidik-gelar-anugerah-sribaduga-2025/

“Sedikit demi sedikit kita dorong agar petani mau beralih ke pupuk organik, karena lebih sehat dan berkelanjutan. Kuotanya sudah mulai diberikan ke Kota Sukabumi,” jelasnya.

Adrian juga menyebut kondisi pertanian di Kota Sukabumi relatif aman. Hanya sempat ada laporan serangan ulat yang memengaruhi produktivitas, namun sudah dapat ditangani.

“Kami berharap dengan distribusi pupuk yang lancar, serapan maksimal, serta upaya beralih ke pupuk organik, pertanian di Kota Sukabumi bisa semakin baik,” pungkasnya.

 

Reporter: Nald

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Viral Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang, DPU Sukabumi Gercep Janjikan Perbaikan Lanjutan

Pemerintahan

Kabid SD Angkat Bicara! Kelas SDN Kaum Hegarmanah Rusak, Perbaikan Jadi Prioritas Disdik Sukabumi

Pemerintahan

Lapas Warungkiara Sulap Lahan Jadi Lumbung Pangan, WBP Bangun Masa Depan

Pemerintahan

Mungkinkah! Cek Rincian Tunjangan Perangkat Desa 2026, Bisa Tembus Jutaan per Bulan

Pemerintahan

PIP 2026 Resmi Dibuka: Pelajar Wajib Aktivasi Rekening Sebelum 30 Juni atau Dana Hangus

Pemerintahan

Jalan Gudang Diprioritaskan, DPUTR Sukabumi Beberkan Alasan Strategis dan Kendala 

Pemerintahan

Sekolah Rusak Parah di Sukabumi, Disdik Soroti Penggunaan Dana BOS & Turunkan Tim

Pemerintahan

Huntap Pascabencana di Sukabumi Diresmikan, Pensus Presiden Tambah Bantuan 10 Rumah Lagi