Tim DKP3 Kota Sukabumi monitoring pengawasan pupuk subsidi di kios Penerima Pada Titik Serah (PPTS) / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi agar penyalurannya tepat sasaran. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) bersama Dinas Komindag, Kejaksaan, serta KP3, monitoring dilakukan ke delapan kios Penerima Pada Titik Serah (PPTS) di Wilayah Kota Sukabumi.
Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Adrian Hariyadi, dikonfirmasi MediaAksara menegaskan pengawasan ini untuk memastikan stok pupuk tersedia, harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), dan distribusi hanya kepada petani penerima yang berhak.
“Alhamdulillah seluruh anggota hadir dalam monitoring. Kami berharap kios menjual sesuai aturan dan tidak menyalurkan kepada pihak yang tidak berhak, karena data penerima sudah jelas,” ungkap Adrian di Pasar Pasundan, Kelurahan Nyompong, Kecamatan Warudoyong.
Baca: https://mediaaksara.id/cek-jadwal-lengkap-piala-bergilir-kalapas-kelas-iia-warungkiara-sukabumi/
Hingga saat ini, tingkat penyerapan pupuk subsidi di Kota Sukabumi mencapai 80–90 persen. Pemerintah mendorong penyuluh pertanian agar mengingatkan petani segera menebus pupuk yang dialokasikan, sehingga serapan bisa mencapai target 100 persen.
“Kami targetkan serapan bisa 100 persen. Jangan sampai pupuk menumpuk di kios, karena kuotanya terbatas. Petani harus segera menebus agar haknya tidak terlewat,” tambah Adrian pada Rabu (24/9/2025).
Selain pupuk kimia, Pemkot Sukabumi juga mulai mendorong petani beralih ke pupuk organik. Meski membutuhkan waktu karena kebiasaan petani yang masih mengandalkan pupuk kimia, pemerintah optimis peralihan ini akan berjalan bertahap.
“Sedikit demi sedikit kita dorong agar petani mau beralih ke pupuk organik, karena lebih sehat dan berkelanjutan. Kuotanya sudah mulai diberikan ke Kota Sukabumi,” jelasnya.
Adrian juga menyebut kondisi pertanian di Kota Sukabumi relatif aman. Hanya sempat ada laporan serangan ulat yang memengaruhi produktivitas, namun sudah dapat ditangani.
“Kami berharap dengan distribusi pupuk yang lancar, serapan maksimal, serta upaya beralih ke pupuk organik, pertanian di Kota Sukabumi bisa semakin baik,” pungkasnya.
Reporter: Nald
Redaktur: Rapik Utama







