Home / Pemerintahan

Kamis, 18 September 2025 - 09:11 WIB

Bonus Demografi Jangan Jadi Bom Waktu, Wabup Andreas KNPI Sukabumi Harus Bergerak

DPD KNPI Kabupaten Sukabumi 2025-2028 Dilantik, Wabup Andreas Dorong Kolaborasi Kreatif Pemuda / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Sukabumi periode 2025–2028 resmi dikukuhkan di Gedung Sulanjana, Kecamatan Sukabumi, Selasa (16/9/2025). Pelantikan dilaksanakan oleh Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Barat, disaksikan jajaran pemerintah daerah serta unsur kepemudaan.

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas menekankan peran vital pemuda dalam pembangunan daerah, terlebih di tengah momentum bonus demografi.

“Pemuda adalah agen perubahan. Sekarang Gen Z jumlahnya hampir 70 persen dari populasi. Artinya, peran mereka sangat penting. Kita berharap KNPI membawa energi baru, lebih kreatif, inovatif, dan bisa meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujar Andreas.

Baca: https://mediaaksara.id/dedi-mulyadi-tegas-jangan-ada-silpa-efisiensi-anggaran-jabar-200-m-perjalanan-dinas-74-juta/

Ia memastikan, Pemkab Sukabumi membuka ruang kolaborasi dengan KNPI sepanjang program yang dijalankan bersifat konstruktif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, menegaskan kepengurusan periode ini tidak ingin hanya menjadi simbol seremonial. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat kerja guna menyerap masukan dari berbagai kecamatan.

“Kolaborasi pasti kita jalankan, karena untuk mewujudkan Sukabumi Mubarokah, peran pemuda tidak bisa ditawar. Semangat itu sudah ada di seluruh pengurus,” kata Yandra.

Baca: https://mediaaksara.id/hjks-ke-155-dedi-mulyadi-kupas-tuntas-pendidikan-perizinan-dan-negara-harus-hadir-buka-lapangan-kerja/

DPD KNPI Kabupaten Sukabumi periode 2025–2028 dijalankan sekitar 200 pengurus, terdiri dari unsur organisasi kepemudaan (OKP), perwakilan kecamatan, hingga kalangan profesional. Yandra menekankan perlunya manajemen organisasi yang solid, pelatihan kapasitas, serta monitoring agar program benar-benar berdampak.

Lebih jauh, Yandra menyoroti isu bonus demografi sebagai tantangan sekaligus peluang besar. Jika dikelola melalui penyediaan lapangan kerja, pelatihan vokasi, dan pemberdayaan kewirausahaan, generasi muda dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Namun, jika diabaikan, potensi tersebut bisa berubah menjadi masalah serius.

“Program KNPI harus berkelanjutan, bukan sekadar seremonial pelantikan. Harapan masyarakat ada pada aksi nyata, dan itu yang akan menjadi fokus kita ke depan,” tandasnya.

 

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

38 Persen Desa di Sukabumi Tertib Penatausahaan Aset, DPMD Percepat Inventarisasi Berbasis SIPADES

Pemerintahan

DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati Dua Raperda Strategis, Perkuat Tata Kelola Lahan Terlantar dan Transportasi Daerah

Pemerintahan

Galaksi PKBM Sukabumi 2026 Tampilkan Bakat Siswa dan Bukti Kualitas Pendidikan Kesetaraan 

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Perkuat Sinergi dengan Bappenas, Dorong Percepatan Pembangunan Terintegrasi dan Berkelanjutan

Pemerintahan

Ketua FSKS Sukaraja Terpilih, Perkuat Sinergi Wujudkan Kecamatan Sehat dan Berkelanjutan

Pemerintahan

Reses DPRD Sukabumi Dibanjiri Keluhan Warga, Wakil Rakyat: Jangan Takut Kritik dan Soroti Infrastruktur hingga Biaya Pendidikan

Pemerintahan

Pedestrian Kawasan Setukpa Sukabumi Ditata Modern Senilai 2,4 M, DPUTR Target Rampung Jelang HUT RI

Pemerintahan

DKIP Kabupaten Sukabumi Perkuat Keterbukaan Informasi dan SP4N LAPOR Tingkatkan Akuntabilitas Pelayanan Publik