Home / Kabar Daerah

Rabu, 4 Juni 2025 - 17:57 WIB

Birokrasi Dibajak! 100 Hari Kepemimpinan Dinilai Gagal, GMNI Ultimatum Wali Kota Sukabumi

Aksi Demo GMNI Sukabumi Soroti Lemahnya Pengawasan Internal Atas Dugaan Korupsi Rp9,1 miliar di RSUD R. Syamsudin, SH, / Foto: MediaAksa

MEDIAAKSARA.ID – Situasi darurat korupsi dan lemahnya tata kelola birokrasi tengah menghantui Kota Sukabumi. Dalam pernyataan resmi, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya menilai kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana gagal menunjukkan kemajuan sistematis selama 100 hari pertama masa jabatan mereka.

Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan, menggambarkan kondisi birokrasi saat ini sebagai bentuk “banalitas kekuasaan” yang menggerogoti fondasi pelayanan publik dan merusak prinsip meritokrasi.

” Kami melihat tanda-tanda otoritarianisme dalam birokrasi. Pemerintah lebih mementingkan loyalitas daripada kapabilitas,” tegas Aris kepada Mediaaksara dalam konferensi pers, Rabu, 4 Juni 2025.

Baca: https://mediaaksara.id/pemkot-sukabumi-tanggapi-laporan-hmi-hak-masyarakat-fokus-selesaikan-perwal-koperasi-merah-putih/

GMNI menyoroti sejumlah persoalan krusial yang dinilai mencerminkan buruknya pengelolaan pemerintahan daerah. Salah satu sorotan utama adalah dugaan korupsi senilai Rp9,1 miliar di RSUD R. Syamsudin, SH, yang dianggap sebagai bukti lemahnya sistem pengawasan internal rumah sakit milik daerah.

Selain itu, GMNI menilai rendahnya transparansi anggaran serta kualitas layanan publik turut menjadikan fasilitas kesehatan sebagai “ladang rente.”

Dalam aksi, GMNI juga mengecam  Pengangkatan eks narapidana dan dugaan praktik nepotisme dalam struktur birokrasi, Penunjukan sejumlah pejabat yang tidak sesuai Surat Keputusan, Pembentukan Tim Komunikasi Percepatan Pembangunan yang terdiri dari tenaga non-ASN, namun dibiayai APBD. Menurut GMNI, hal ini melanggar regulasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan.

Baca: https://mediaaksara.id/gerebek-kantor-dlh-sukabumi-kejari-sita-50-dokumen-dan-laptop-terkait-dugaan-korupsi-rp-15-miliar/

“Ini bukan hanya persoalan teknis. Tapi adalah kegagalan politik birokrasi yang menyingkirkan kepentingan rakyat,” tambah Aris.

Tak hanya itu, GMNI memberikan ultimatum kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota segera tindak lanjuti seluruh tuntutan dalam waktu 7×24 jam. Jika tidak, GMNI mengancam akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan dengan kekuatan massa yang lebih besar.

Menutup pernyataan, Aris Gunawan menyatakan dengan tegas “Sukabumi bukan milik elite politik ataupun loyalis kekuasaan. Kota ini milik rakyat. Kami tidak akan tinggal diam ketika birokrasi dibajak untuk kepentingan segelintir orang.” tukasnya.

 

Reporter : Ronald Alexsander

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Soroti Rencana Batalyon 345 Maung Sancang, Ratusan Petani Bagja Sutra Terancam Terdampak ‎

Kabar Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI, Koramil Warudoyong Gelar Karya Bakti Jelang Musim Hujan ‎

Kabar Daerah

151 Siswa-Guru SMKN 1 Gunungguruh Alami Gejala, Dinkes Sukabumi Menunggu Hasil Lab, SPPG dan SMK Belum Respon

Kabar Daerah

‎Ingat! Ketua PWI Jabar Soroti Wartawan Tak Terjebak Kecepatan di Tengah Fenomena Post-Truth

Kabar Daerah

Viral! 151 Siswa dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Mengeluh Sakit, MBG Jangan Sampai Berubah Jadi “Makan Bikin Gelisah”

Kabar Daerah

SDN Cimanggu 2 Sukamulya Dikabarkan Akan Direlokasi, Pihak Sekolah: Belum Ada Informasi Resmi ‎

Kabar Daerah

MTs Al Fakhriyah Jampangkulon Borong 13 Gelar di AKSIOMA KKMTs Waluran ‎

Kabar Daerah

Mukerda MUI Sukabumi Dorong Penguatan Keagamaan dan Kerukunan Umat