Tumpukan sampah yang tercecer di bahu Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Keluhan muncul dari warga dan para pengendara yang melintas di Ruas Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu, tepatnya di depan SMK Dwi Warna. Tumpukan sampah berserakan hingga ke badan jalan, memunculkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan dan estetika kawasan tersebut.
Ece (45), warga setempat, mengaku kondisi itu sudah berlangsung lama dan belum tersentuh penanganan serius. “Setiap hari lewat sini baunya luar biasa. Sampah numpuk sampai ke badan jalan. Kita warga sudah sering mengeluh, tapi kondisinya tetap begini-begini saja,” ungkapnya, Jumat (5/12/2025).
Keluhan senada disampaikan Susi (53), pengendara yang hampir tiap hari melintasi lokasi. Ia mengatakan aroma busuk semakin parah saat cuaca panas.
“Kalau lewat depan SMK Dwi Warna pasti harus tahan napas. Ini jalan nasional, harusnya bersih dan nyaman, bukan jadi tempat sampah,” tegasnya.
Selain sampah, warga juga terganggu oleh bau tajam dari aktivitas bongkar muat lem getah karet (lateks) di sepanjang Ruas Jalan Nasional Warungkiara–Ubrug. Aktivitas tersebut sering dilakukan di pinggir jalan hingga menimbulkan aroma menyengat dan memicu ketidaknyamanan pengendara.
“Kadang lebih parah dari bau sampah. Bau getah karetnya kuat, bikin pusing. Setiap minggu ada bongkar muat di pinggir jalan,” tambah Susi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, pihak pengelola jalan nasional, dan instansi terkait segera turun tangan. Selain merusak kenyamanan, situasi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan serta keselamatan lalu lintas. Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya penanganan konkret di lapangan. Warga mendesak solusi permanen, mulai dari penataan titik pembuangan sampah, pengawasan aktivitas bongkar muat, hingga penegakan aturan agar ruas jalan kembali layak dilintasi.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







