Home / Kabar Daerah

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:23 WIB

Bau Menyengat & Sampah Berserakah di Bahu Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu 

Tumpukan sampah yang tercecer di bahu Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Keluhan muncul dari warga dan para pengendara yang melintas di Ruas Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu, tepatnya di depan SMK Dwi Warna. Tumpukan sampah berserakan hingga ke badan jalan, memunculkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan dan estetika kawasan tersebut.

Ece (45), warga setempat, mengaku kondisi itu sudah berlangsung lama dan belum tersentuh penanganan serius. “Setiap hari lewat sini baunya luar biasa. Sampah numpuk sampai ke badan jalan. Kita warga sudah sering mengeluh, tapi kondisinya tetap begini-begini saja,” ungkapnya, Jumat (5/12/2025).

Keluhan senada disampaikan Susi (53), pengendara yang hampir tiap hari melintasi lokasi. Ia mengatakan aroma busuk semakin parah saat cuaca panas.

Baca: https://mediaaksara.id/13-kades-desak-hgu-ptpn-sukamaju-dibaharui-kadaluarsa-sejak-2005-plasma-20-harus-jalan/

“Kalau lewat depan SMK Dwi Warna pasti harus tahan napas. Ini jalan nasional, harusnya bersih dan nyaman, bukan jadi tempat sampah,” tegasnya.

Selain sampah, warga juga terganggu oleh bau tajam dari aktivitas bongkar muat lem getah karet (lateks) di sepanjang Ruas Jalan Nasional Warungkiara–Ubrug. Aktivitas tersebut sering dilakukan di pinggir jalan hingga menimbulkan aroma menyengat dan memicu ketidaknyamanan pengendara.

Baca:https://mediaaksara.id/pelantikan-8-164-pppk-jadi-momentum-bpr-sukabumi-perkuat-sinergi-layanan-keuangan-daerah/

“Kadang lebih parah dari bau sampah. Bau getah karetnya kuat, bikin pusing. Setiap minggu ada bongkar muat di pinggir jalan,” tambah Susi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pihak pengelola jalan nasional, dan instansi terkait segera turun tangan. Selain merusak kenyamanan, situasi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan serta keselamatan lalu lintas. Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya penanganan konkret di lapangan. Warga mendesak solusi permanen, mulai dari penataan titik pembuangan sampah, pengawasan aktivitas bongkar muat, hingga penegakan aturan agar ruas jalan kembali layak dilintasi.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Bayi 11 Bulan Alami Stunting di Cikidang, Polisi Sukabumi Turun Tangan Pastikan Penanganan Berlanjut

Kabar Daerah

Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda HJKS 156, Dongkrak Ekonomi Kreatif dan Agrobisnis

Kabar Daerah

PKPA Angkatan VI DPC Peradi Cibadak Diikuti 36 Peserta, Cetak Advokat Muda Berintegritas

Kabar Daerah

Edufair SMAS Mardi Yuana Sukabumi, Bobby Maulana Dorong Siswa Berani Bermimpi Besar

Kabar Daerah

Jembatan Leuwidingding Segera Dibangun, TNI dan Pemkab Sukabumi Perkuat Sinergi Jaga Lingkungan

Kabar Daerah

Armada Sampah Jampangkulon Terbatas, Warga Desak Pemkab Sukabumi Tambah Truk

Kabar Daerah

Festival Kopi Sukabumi Kembali Jadi “Black Gold” Jawa Barat ‎

Kabar Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI, Forkopimcam Jampangkulon Bersihkan Pasar Cinagen dan Soroti Kendala Armada Sampah ‎