Home / Kabar Daerah

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:16 WIB

Balita di Sukabumi Alami Gizi Buruk hingga Brain Death, Pemdes Semplak Minta Perhatian Pemerintah

Pemdes Semplak meninjau keluarga balita, Ananda Muhammad Hibban (2), mengalami gizi buruk hingga brain death warga Kedusunan Buluh, Desa Semplak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Kondisi memprihatinkan dialami seorang balita bernama Ananda Muhammad Hibban (2), warga Kedusunan Buluh, Desa Semplak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Ia mengalami gizi buruk yang menyebabkan gagal tumbuh kembang hingga berujung pada kondisi otak tak berfungsi (brain death).

Kepala Desa Semplak, Nura Widarnangti membenarkan warganya tersebut tengah berjuang melawan sakit dengan kondisi kesehatan yang sangat serius.

“Benar, Ananda Muhammad Hibban mengalami gizi buruk yang mengakibatkan gagal tumbuh kembang. Berdasarkan diagnosa rumah sakit tempat Ananda menjalani pengobatan, otaknya sudah tidak berfungsi dengan normal,” ungkap Nura.

Baca: https://mediaaksara.id/seribu-pelajar-smkn-1-gunungguruh-ikuti-donor-darah-dan-cek-kesehatan-gratis-knpi-gandeng-puskesmas-cibolangkidul/

Menurut penuturan, Ananda sejak usia empat bulan sering mengalami kejang-kejang akibat penyakit bawaan. Ia kini tinggal bersama kedua orang tua dan neneknya dalam satu rumah dengan kondisi ekonomi serba terbatas.

“Ibunya masih muda, baru berusia sekitar 20 tahun, namun keluarga ini tergolong tidak mampu. Faktor ekonomi membuat pemenuhan gizi seimbang bagi Ananda, seperti kalori hewani, nabati, vitamin, dan mineral, tidak terpenuhi dengan baik,” jelasnya pada Kamis (28/7/2025).

Meski begitu, Pemdes Semplak bersama kader desa, tenaga medis puskesmas, dan pihak kecamatan terus melakukan pendampingan kesehatan. Bahkan secara pribadi Kepala Desa turut membantu memberikan susu khusus yang dibutuhkan Ananda.

Baca: https://mediaaksara.id/haul-akbar-kh-zezen-di-ponpes-azzainiyyah-sukabumi-ulama-ibarat-pohon-beringin-peneduh-umat/

Karena keterbatasan kondisi kesehatan, Ananda hanya bisa mengonsumsi makanan cair atau lembut, berbeda dengan anak-anak seusianya yang sudah dapat mengunyah makanan padat.

“Dalam pemeriksaan rutin setiap bulan ke rumah sakit, Ananda selalu didampingi pihak desa menggunakan fasilitas BPJS. Namun kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun pusat untuk meringankan beban keluarga ini,” imbuh Kades Nura.

Kepala Desa Semplak berharap pemerintah dapat segera menyalurkan bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) atau bentuk bantuan lain, agar keluarga Ananda dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

 

Sumber : Iwan

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Pemdes Bantargadung Klarifikasi Perbedaan Volume Pembangunan Jalan dengan Dokumen RAB

Kabar Daerah

Pengusaha Sukabumi Tuntut Pengembalian Dana Rp218,25 Miliar Terkait Kerja Sama Dapur MBG

Kabar Daerah

BPK PENABUR Cicurug Integrasikan STEM, Robotik, Coding, dan AI dalam Kurikulum: Siapkan Generasi Industri Masa Depan

Kabar Daerah

Warga Gotong Royong Tambal Jalan Rusak Perbatasan Bantargadung – Cikidang, Harapkan Perbaikan Permanen

Kabar Daerah

Tim Voli Putra Muspika Jampangkulon Juara Karang Taruna Cup Ciparay 2026

Kabar Daerah

Semarak Anak Ikuti Playdate Literasi Digital, Sukabumi Perkuat Peran Orang Tua Mendidik Generasi Cerdas Teknologi

Kabar Daerah

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Sukabumi Gaungkan Aksi Nyata Kelola Sampah dan Keadilan Iklim

Kabar Daerah

Heboh! Dari Kawasan Wisata Sukabumi, Ilmuwan Temukan Bakteri Baru yang Berpotensi Mengubah Dunia Industri dan Kesehatan