Pemdes Semplak meninjau keluarga balita, Ananda Muhammad Hibban (2), mengalami gizi buruk hingga brain death warga Kedusunan Buluh, Desa Semplak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kondisi memprihatinkan dialami seorang balita bernama Ananda Muhammad Hibban (2), warga Kedusunan Buluh, Desa Semplak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Ia mengalami gizi buruk yang menyebabkan gagal tumbuh kembang hingga berujung pada kondisi otak tak berfungsi (brain death).
Kepala Desa Semplak, Nura Widarnangti membenarkan warganya tersebut tengah berjuang melawan sakit dengan kondisi kesehatan yang sangat serius.
“Benar, Ananda Muhammad Hibban mengalami gizi buruk yang mengakibatkan gagal tumbuh kembang. Berdasarkan diagnosa rumah sakit tempat Ananda menjalani pengobatan, otaknya sudah tidak berfungsi dengan normal,” ungkap Nura.
Menurut penuturan, Ananda sejak usia empat bulan sering mengalami kejang-kejang akibat penyakit bawaan. Ia kini tinggal bersama kedua orang tua dan neneknya dalam satu rumah dengan kondisi ekonomi serba terbatas.
“Ibunya masih muda, baru berusia sekitar 20 tahun, namun keluarga ini tergolong tidak mampu. Faktor ekonomi membuat pemenuhan gizi seimbang bagi Ananda, seperti kalori hewani, nabati, vitamin, dan mineral, tidak terpenuhi dengan baik,” jelasnya pada Kamis (28/7/2025).
Meski begitu, Pemdes Semplak bersama kader desa, tenaga medis puskesmas, dan pihak kecamatan terus melakukan pendampingan kesehatan. Bahkan secara pribadi Kepala Desa turut membantu memberikan susu khusus yang dibutuhkan Ananda.
Karena keterbatasan kondisi kesehatan, Ananda hanya bisa mengonsumsi makanan cair atau lembut, berbeda dengan anak-anak seusianya yang sudah dapat mengunyah makanan padat.
“Dalam pemeriksaan rutin setiap bulan ke rumah sakit, Ananda selalu didampingi pihak desa menggunakan fasilitas BPJS. Namun kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun pusat untuk meringankan beban keluarga ini,” imbuh Kades Nura.
Kepala Desa Semplak berharap pemerintah dapat segera menyalurkan bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) atau bentuk bantuan lain, agar keluarga Ananda dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
Sumber : Iwan
Redaktur: Rapik Utama







