Home / Khazanah

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:31 WIB

Al-Hikam sebagai Peta Jalan Ruhani, Hikmah Ramadan dari Majelis MASHTAKA ke-20 Ponpes Azzainiyyah

Ponpes Azzainiyyah Sukabumi menggelar MASHTAKA ke-20 di bulan Ramadan 1447 H. Kepada jamaah KH Aang Abdullah Zein mengungkap Al-Hikam sebagai peta jalan ruhani menuju Allah SWT, 4 Ramadan 1447 H- Minggu (22/2/2026). / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Pondok Pesantren Azzainiyyah Nagrog Sinar Barokah kembali menggelar Majelis Khidmah Tabarruk Kitab Al-Hikam (MASHTAKA) ke-20, sebuah majelis keilmuan dan spiritual yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan serta menjadi rujukan santri dan jamaah dalam memperdalam makna perjalanan menuju Allah SWT

Kegiatan MASHTAKA ke-20 ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Azzainiyyah, Jalan KH. Zezen Zaenal Abidin BA, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Sabtu malam Ahad, 15 Februari 2026 (27 Sya’ban 1447 H) hingga 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H).

Dalam rangkaiannya, pasaran Kitab Alfiyyah dilaksanakan sepanjang periode tersebut, sementara kajian Kitab Al-Hikam digelar pada Sabtu malam Ahad, 21–27 Februari 2026 (3–9 Ramadan 1447 H). Puncak suasana keilmuan dan ruhani terasa kuat pada hari kedua MASHTAKA, yang bertepatan dengan 4 Ramadan 1447 H, Minggu (22/02/2026).

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Azzainiyyah, KH. Aang Abdullah Zein, menyampaikan hikmah mendalam dari Kitab Al-Hikam. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan Al-Hikam merupakan peta jalan ruhani bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Al-Hikam mengajarkan kita agar merasa sebagai orang yang sedang mencari jalan pulang kepada Allah, bukan merasa paling benar di jalan yang sejatinya kelak dapat menyesatkan,” ungkapnya yang juga sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, semangat hijrah dan taubat harus lahir dari kesadaran diri yang rendah hati. Ia menyoroti fenomena manusia yang berlomba-lomba menjadi ‘yang terbaik’ dalam urusan lahiriah, namun kerap lupa pada kedalaman makna ibadah.

“Sebodoh atau segila apa pun seseorang, pasti punya cita-cita masuk surga. Tapi perlu dipahami, surga itu bukan semata hasil amal, melainkan karena rahmat Allah,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam istilah Arab, orang yang masuk surga sejatinya adalah al-marhum, artinya orang yang sangat dikasihi Allah. Karena itu, manusia tidak pantas merasa paling hebat dengan amal kecil, sementara berharap dosa besar dihapus tanpa taubat.

“Jangan merasa benar sendiri, jangan menghina sesama. Teruslah belajar dibarengi semangat yang tinggi dan ketangguhan berkorban demi mendekat kepada Yang Maha Kuasa,” tegasnya, yang akrab disapa Akang Haji.

Majelis MASHTAKA ke-20 diharapkan menjadi ruang muhasabah dan penguatan spiritual bagi jamaah, khususnya di bulan Ramadan, agar ibadah tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga membentuk akhlak dan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sumber: Kanal Media Sosial Ponpes Azzainiyyah Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Khazanah

Sinergi Khidmah Ulama dan Umara, Kantor MUI Sukabumi Segera Diresmikan

Khazanah

MTQ ke-47 Kabupaten Sukabumi Jadi Ajang Seleksi Qori dan Qoriah Menuju Tingkat Provinsi

Khazanah

MTQ ke-47 Sukabumi Hari Kedua: Seleksi Diperketat, 400 Peserta Siap Tembus Nasional

Khazanah

KALAM Sukabumi Dilantik, Alumni Al-Masthuriyah Didorong Perkuat Ukhuwah dan Kontribusi Nyata

Khazanah

Khidmah Ulama untuk Jawa Barat Istimewa: Pesan Mendalam dari Pelantikan MUI Jabar di Al-Jabbar

Khazanah

Hikmah Syariah: DSN MUI Tegaskan Jual Beli Emas Digital Wajib Ada Fisiknya

Khazanah

MUI Jawa Barat Tegaskan Video Kunjungan ke Abah Gaos Hoaks, Warganet Diminta Tabayyun

Khazanah

Ribuan Warga Padati Alun-alun Palabuhanratu, Bupati Asep Japar Sampaikan Pesan Penting di Hari Kemenangan