Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi memperingati Milad ke-43 melalui Simfoni 43 Tahun bertema Menjaga Nilai, Melindungi Martabat, Mengawal Perubahan / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin kembali menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat melalui peringatan Milad ke-43 yang dikemas dalam rangkaian kegiatan bertajuk “Simfoni 43 Tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin”. Mengusung tema “Menjaga Nilai, Melindungi Martabat, Mengawal Perubahan”, kegiatan berlangsung sepanjang Juni 2026 di Kampung Cibolang Kidul, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Perayaan berlangsung hampir satu bulan menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya dalam 33 tahun terakhir, Milad Pondok Pesantren diselenggarakan bersamaan dengan Haflah Ikhtitam seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Yaspin Nurul Huda.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Musabaqah Antar Santri pada 1–22 Juni 2026 yang menjadi ajang pembinaan prestasi, sportivitas, serta penguatan kecintaan terhadap ilmu-ilmu keislaman. Semangat Tahun Baru Islam juga disambut melalui Pawai Obor 1 Muharram pada 16 Juni yang diikuti ribuan peserta dan masyarakat.
Beragam kegiatan edukatif dan sosial turut mewarnai peringatan Milad tahun ini. Mulai dari Lomba Fashion Show Kids, Gerakan Bebersih Masjid se-Kampung Cibolang, Haflah Ikhtitam dan Akhirussanah seluruh jenjang pendidikan, hingga Festival Sholawat Nurul Huda Batch IX yang menjadi agenda religius tahunan pesantren.
Pada 24 Juni 2026, suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an, Wisuda Santri Kitab, Istighosah Asyura, Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, serta Apresiasi Asatidz Cibolang. Kegiatan menjadi simbol keberhasilan pesantren dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak dan berilmu.
Puncak Simfoni 43 Tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin digelar pada 25 Juni 2026 melalui Pawai Drumband, Samen Santri TPQ, Pesta Rakyat Cibolang, hingga Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustadz Aby Shalma (Arjuna Cianjur) serta Qori Internasional Wahyu Andi. Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Islam dan pendidikan pesantren.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin, Drs. KH. Abdul Aziz, menegaskan Milad ke-43 bukan sekadar peringatan usia lembaga, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga warisan perjuangan para pendiri pesantren.
“Empat puluh tiga tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Pesantren dibangun dengan doa, perjuangan, dan keikhlasan para pendahulu. Tugas kita hari ini bukan hanya merawat bangunannya, tetapi menjaga nilai-nilai yang diwariskan agar tetap hidup di hati para santri dan masyarakat. Perubahan adalah keniscayaan, tetapi akhlak, ilmu, dan tradisi pesantren harus tetap menjadi fondasi dalam setiap langkah,” ujarnya.
Menurutnya, Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin akan terus berkomitmen mencetak generasi Qurani yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, serta kepedulian terhadap umat dan bangsa.

Ketua Panitia Milad, Moch. Fahmi Amiruddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pesantren dan masyarakat. Mulai dari para asatidz, santri, alumni, tokoh masyarakat, para pemuda, hingga warga Cibolang yang bergotong royong tanpa mengenal lelah. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama Simfoni 43 Tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Cibatu, Asep Rahmat, yang menilai Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin telah menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat.
“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga pusat pembinaan moral dan sosial masyarakat. Banyak generasi yang lahir dari sini kemudian mengabdi di berbagai bidang kehidupan. Pemerintah Desa Cibatu sangat mengapresiasi dedikasi pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak dan berilmu,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Institut Al-Masthuriyah Sukabumi, Dr. H. Abubakar Sidik, M.Ag., menilai tema Milad ke-43 sangat relevan dengan tantangan zaman.
“Pesantren merupakan benteng peradaban. Di tengah derasnya arus perubahan, pesantren harus tetap mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus melahirkan generasi yang adaptif, berwawasan luas, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Keberhasilan Simfoni 43 Tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin menjadi bukti kuat pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral, penguatan budaya gotong royong, dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.
Dari Cibolang, cahaya ilmu terus dinyalakan. Menjaga nilai, melindungi martabat, dan mengawal perubahan demi melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Sumber: @ Asep
Redaktur: Rapik Utama







