Home / Nasional

Kamis, 30 Januari 2025 - 10:37 WIB

Menkomdigi ,100 Hari Kerja Komitmen Amankan Ruang Digital, Lindungi Anak dari Ancaman Siber

Menkomdigi Meutya Hafid Bersama Anak-Anak Indonesia / Foto : Istimewa

MEDIAAKSARA.ID -100 hari pertama masa kepemimpinannya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mencatat pencapaian signifikan dalam menjaga keamanan ruang digital Indonesia. Berbagai langkah strategis telah ditempuh untuk memastikan ekosistem digital yang lebih aman, konektivitas yang merata, serta pemberdayaan masyarakat melalui teknologi.

Ruang digital diibaratkan sebagai halaman rumah bersama yang harus bersih dari ancaman dan gangguan. Konten negatif menjadi duri yang berbahaya jika dibiarkan. Selama 100 hari terakhir, Kementerian Komdigi telah memblokir 1.037.558 konten negatif, bekerja sama dengan 745 Internet Service Provider (ISP). Pemblokiran ini mencakup 945.431 situs web dan 92.127 akun media sosial yang menyebarkan hoaks, pornografi, serta ujaran kebencian.

“Kami ingin memastikan anak-anak Indonesia tumbuh di ruang digital yang bersih, aman, dan penuh manfaat,” ujar Meutya Hafid dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Ia menekankan bahwa tanpa perlindungan yang jelas, anak-anak di dunia digital seperti bermain di tengah hutan belantara masih banyak peluang belajar, tetapi juga penuh jebakan berbahaya.

Untuk itu, pemerintah tengah merancang Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Pelindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik (RPP TKPAPSE). Regulasi ini akan memastikan hak, keamanan, serta privasi anak saat mengakses platform digital dan layanan online lainnya. Presiden Prabowo telah meminta Menkomdigi segera menyelesaikan aturan ini guna menghindari risiko paparan konten tidak pantas, eksploitasi digital, serta pelanggaran privasi anak.

“Melindungi anak-anak di dunia digital ibarat membangun taman bermain dengan pagar yang kokoh. Dengan regulasi yang tepat, kita memastikan mereka dapat mengeksplorasi, belajar, dan bersosialisasi tanpa takut jatuh ke jurang bahaya,” tutup Meutya Hafid.

Reporter : Anggita

Share :

Baca Juga

Nasional

‎PWI Tegaskan Bertanggung Jawab atas HPN 2027, Buka Ruang Keterlibatan Seluruh Konstituen Dewan Pers

Nasional

Kartu Pers Bukan Kartu Sakti: PWI Jabar Kecam Oknum Ngamuk di SDN 2 Sukaraja

Nasional

Presiden Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU, Ulang Momen Bersejarah Presiden Soekarno

Nasional

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Nasional

Pelanggan Bisnis dan Industri PLN Jabar Tumbuh Signifikan, Dorong Penguatan Ekonomi Jawa Barat

Nasional

Ekspor Benih Bening Lobster Dihentikan, Nelayan Ujung Genteng Klaim Pendapatan Anjlok hingga 70 Persen

Nasional

Prabowo Turun Gunung Tangani Karhutla, Dorong Inovasi hingga Sumur Bor di Lahan Gambut

Nasional

Kritik Desil DTSEN Disorot Zainul, Warga Miskin Terancam Kehilangan Bantuan hingga KIP Pendidikan