Kongres Mahasiswa Universitas Nusa Putra (UNP) secara Demokrasi resmi menetapkan Abdurahman Pais dan Ahmad Brik Abdul Aziz sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2025–2026 / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kongres Mahasiswa Ke-IV Universitas Nusa Putra (UNP) resmi menetapkan Abdurahman Pais dan Ahmad Brik Abdul Aziz sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2025–2026. Keputusan diambil melalui sidang kongres yang digelar di Auditorium UNP, Jalan Cibolang,Kecamatan Cisaat ,Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (15/11/2025).
Forum menegaskan hasil Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) tetap menjadi dasar legitimasi tertinggi. Dengan status sebagai calon tunggal, pasangan Abdurahman Pais – Ahmad Brik Abdul Aziz dinyatakan sah sebagai pemenang Pemira dan berhak memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP untuk satu tahun ke depan.
Penekanan suara mahasiswa tidak boleh digantikan oleh keputusan perwakilan menjadi poin krusial dalam kongres tersebut. Total 688 mahasiswa tercatat menggunakan hak pilihnya, sementara 109 mahasiswa menyatakan penolakan yang tetap dianggap sah sebagai bagian dari dinamika demokrasi kampus.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di forum, ketua tim pemenangan, Rajwa Hauzan menyampaikan seruan tegas agar suara mahasiswa tetap dijadikan pusat pengambilan keputusan
“Jika suara mereka dapat dianulir oleh forum perwakilan, maka yang terjadi hari ini bukanlah kemenangan aklamasi, melainkan kematian demokrasi kampus.” ujar Rajwa dalam keterangan resmi kepada MediaAksara.

Kongres Ke-IV ini mengangkat tema “Menata Kembali Gerak dan Nilai KBM UNP Menuju Kepemimpinan yang Berintegritas dan Berkeadilan,” sekaligus menjadi ruang evaluasi tata kelola organisasi mahasiswa (Ormawa) dan arah gerakan kemahasiswaan UNP.
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa terpilih membawa visi “Mewujudkan BEM UNP sebagai pusat gerakan mahasiswa yang progresif, inklusif, dan transformatif.
” Program prioritas mereka mencakup penguatan intelektual, transformasi tata kelola BEM, revitalisasi gerakan mahasiswa, inklusivitas, pengembangan kreativitas, serta perluasan kontribusi sosial dan pengabdian masyarakat.
Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi motor perubahan dalam memperkuat posisi mahasiswa sebagai agen transformasi kampus dan masyarakat.
Redaktur: Rapik Utama







