Home / Sosial Ekonomi

Sabtu, 15 November 2025 - 10:54 WIB

Keripik Singkong Yammy Babeh Go Global: Perjalanan UMKM Sukabumi Dari Desa untuk Dunia

Tim RCL Sukabumi (kiri) bersama Bunda Elis (kanan) pelaku UMKM Yammy Babeh dari Sukabumi yang berhasil bangkit dari keterpurukan hingga menembus pasar internasional / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Produk keripik singkong premium Yammy Babeh kembali menjadi sorotan setelah berhasil menembus pasar internasional dan meraih berbagai penghargaan bergengsi. UMKM yang dirintis Ade Soelistyowati yang akrab dipanggil Bunda Elis bersama suaminya, Sahroni Bachrun , kini mencatat omzet ratusan juta rupiah per tahun dan telah mengekspor produk ke berbagai negara sejak 2018.

Kesuksesan ini menjadi semakin istimewa karena diraih setelah pasangan tersebut bangkit dari keterpurukan ekonomi. Yammy Babeh mencapai puncak prestasinya pada 2021 ketika meraih Juara 1 BRIlianpreneur, disusul penobatan sebagai The Best Juragan Jaman Now Metro TV 2022.

Ekspor Yammy Babeh juga telah menjangkau Malaysia, Pakistan, India, Bangladesh, Hongkong, Singapura, Thailand, hingga Jepang melalui dukungan diaspora Indonesia. Bunda Elis menuturkan pasar ekspor berperan besar menjaga stabilitas usaha, terutama saat pandemi Covid-19. “Tahun 2020 kami tetap ekspor ke Australia dan Republik Dominica,” ujarnya.

Baca: https://mediaaksara.id/festival-kopi-sukabumi-2025-ketua-dprd-dorong-umkm-dan-petani-kopi-kuat-di-pasar-daerah/

Produk KRISPY YAMMY BABEH dikenal dengan teksturnya yang renyah seperti kentang, gurih, serta hadir dalam enam varian rasa: Original, Keju, Keju Pedas, Sapi Panggang, Balado Ijo, dan Telur Asin. Ia menjelaskan singkong dipilih karena mudah didapat, murah, dan proses produksinya sederhana sehingga ramah bagi keberlanjutan usaha.

Perjalanan usahanya dimulai pada 2009 saat Elis harus berhenti bekerja akibat sakit. Setelah sempat menjadi dosen, kondisi kesehatan yang kembali menurun pada 2012 membuat keluarga memutuskan pindah ke Sukabumi. Dari desa inilah impian besar mereka dirajut, seperti tagline ikonik yang dicetuskan mentor Dewi Meisari: Dari Desa untuk Dunia.

Di balik pencapaian tersebut, Bunda Elis juga aktif membagikan ilmu sebagai narasumber di berbagai kegiatan seperti Sukabumi Berdaya, Jakarta Berdaya, Depok Berdaya, Oke Oce Tanjung Priok, Sharing Session Kemenkop Ekspor, hingga menjadi pembicara di Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian.

UMKM Yammy Babeh juga telah mengantongi puluhan prestasi, di antaranya:

Baca: https://mediaaksara.id/blt-november-cair-49-warga-ubrug-terima-bansos-rp300-ribu-pemdes-pastikan-transparansi-dan-tepat-sasaran/

– Juara 3 Business Plan Foodetnik Jabar (2017)

– UKM Unggulan Kab. Sukabumi & Kemendag (2018)

– The Best Kuliner Citi Foundation (2018–2019)

– Finalis berbagai kompetisi nasional 2019–2022

– Juara Pangan Award Kemendag kategori Cemilan (2024)

Menariknya, di tengah kesibukan usaha dan agenda berbagi ilmu, Bunda Elis juga menjalani aktivitasnya sebagai penyandang disabilitas pendengaran. Meski begitu, hal tersebut tidak pernah menghalanginya untuk terus berkarya dan memberi inspirasi bagi ribuan pelaku UMKM.

“Teruslah berinovasi. Semua kendala hanya bisa diselesaikan oleh diri kita sendiri,” pesannya.

 

Sumber: RCL Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

1.545 Keluarga di Sukabumi Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng, Pemdes Warungkiara Pastikan Tepat Sasaran

Sosial Ekonomi

Relokasi Korban Pergerakan Tanah Suradita Ciengang Mulai Bergerak, Pemkab Sukabumi Siap Bangun 66 Unit Huntap 

Sosial Ekonomi

Viral! Janda Tiga Anak di Sukabumi Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Camat Turun Tangan 

Sosial Ekonomi

PLN UP3 Sukabumi dan YBM PLN Tebar Daging Kurban untuk Warga, Perkuat Kepedulian Sosial di Idul Adha 1447 H 

Sosial Ekonomi

Kolaborasi RSUD dan Puskesmas Jampangkulon Sukses Gelar Donor Darah

Sosial Ekonomi

Bedah Rumah Janda Lansia di Sukabumi Jadi Contoh Kolaborasi Sosial, Dinas Perkim Apresiasi Gotong Royong Pengusaha dan Warga

Sosial Ekonomi

Bupati Sukabumi Blusukan ke Kampung Padat Penduduk, Ribuan Kantong Daging Kurban Dibagikan untuk Warga

Sosial Ekonomi

Ironi Si Miskin Dianggap Sejahtera, Jeritan Warga Sukabumi yang Tersingkir dari Bantuan Sosial Akibat Data Desil Diduga Hoax