Home / Kabar Daerah

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:15 WIB

LPK Jadi Gerbang Tenaga Kerja Sukabumi ke Jepang, Ketua Kadin Tekankan Pentingnya Jaringan dan Legalitas

Podcast Klarifikasi PWI Kabupaten Sukabumi bersama Pimpinan LPK Bintang Putri Pertiwi Mandiri/ Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Persyaratan dan peluang kerja di Jepang kembali menjadi sorotan dalam Podcast Klarifikasi yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi bersama pimpinan LPK Bintang Putri Pertiwi Mandiri, Masbukhin Pradhana. Acara yang didukung Widal TV berlangsung di Kantor PWI Sukabumi, Komplek GOR, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat.

Dalam kesempatan itu, Masbukhin yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Kerja Sama Kementerian/Lembaga dan Industri KADIN Indonesia menjelaskan secara rinci alur, persyaratan, dan potensi calon tenaga kerja asal Sukabumi yang ingin meniti karier di Negeri Sakura.

Menurutnya, LPK berperan penting sebagai lembaga pembekalan. Untuk jalur magang, peserta akan dibimbing sampai tahap job matching dengan perusahaan Jepang. Sedangkan untuk jalur Tokutei Ginou (SSW), ada persyaratan tambahan yang harus dipenuhi, di antaranya kemampuan bahasa Jepang minimal level N4 atau JFT A2, serta kepemilikan sertifikat SSW sesuai bidang kerja.

Baca:https://mediaaksara.id/pencarian-zidan-di-sungai-cimandiri-diperluas-12-kilometer-belum-ada-tanda-tanda-ditemukan/

“Setelah job matching dan kontrak kerja ditandatangani, perusahaan Jepang bersama agen resmi akan mengurus izin tinggal di Jepang. Dari proses ini terbit dokumen Certificate of Eligibility (COE), yang menjadi dasar legalitas tenaga kerja Indonesia tinggal dan bekerja di Jepang,” jelas Masbukhin pada Selasa (30/9/2025).

Ia juga menegaskan LPK bukan lembaga pemberangkatan, melainkan pembekalan. Terkadang muncul anggapan masyarakat bahwa lulusan LPK otomatis bisa langsung berangkat. Padahal, kunci keberangkatan adalah adanya kerja sama dengan PT penyalur resmi dan jaringan perusahaan di Jepang.

Baca: https://mediaaksara.id/jasad-arka-ditemukan-tim-sar-gabungan-di-sungai-cimandiri-zidan-masih-dalam-pencarian/

“Kalau ada LPK yang siswanya sudah lulus tapi tidak berangkat-berangkat, itu biasanya karena tidak menjalin hubungan dengan PT penempatan. Jadi yang harus diperkuat adalah network-nya,” tegasnya.

Masbukhin menambahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi cukup responsif dalam mendukung pengembangan LPK. Hal ini terlihat dari proses perizinan yang cepat saat mendirikan lembaga pelatihan. “Artinya, ada dukungan nyata dari pemerintah,” ungkapnya.

Lewat podcast ini, Masbukhin berharap masyarakat, khususnya generasi muda Sukabumi, bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai prosedur kerja di Jepang, serta pentingnya memilih jalur yang legal dan lembaga pelatihan yang kredibel.

 

Reporter: Ronald Alexanders

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎

Kabar Daerah

Penyu Belimbing Langka Ditemukan Mati di Pantai Cibuaya Sukabumi, Penyebab Belum Diketahui ‎

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Sebut PTPN Biang Kerok, DPRD Diminta Istiqomah Kawal Relokasi Lahan Petani Sukabumi ‎

Kabar Daerah

Jampangkulon Matangkan Persiapan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ‎