Home / Kabar Daerah

Jumat, 19 September 2025 - 16:44 WIB

Program MBG Disorot AMUSI Sukabumi : Niat Mulia, Abaikan Operasional Bahayakan Anak Bangsa

Tata kelola penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Sukabumi / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Aktivis Muda Indonesia (AMUSI) Cabang Sukabumi melontarkan kritik keras terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini ramai jadi sorotan publik. Program yang semula digadang-gadang menyejahterakan dan menyehatkan generasi bangsa, justru dinilai bermasalah akibat munculnya beberapa kasus keracunan massal serta porsi makanan yang dianggap di luar kewajaran.

Direktur Utama AMUSI Sukabumi, Ronal Saepul, menegaskan ada persoalan serius dalam tata kelola program Presiden Prabowo. Menurutnya, niat baik pemerintah tidak sejalan dengan pelaksanaan di lapangan yang berpotensi mengancam keselamatan warga.

“Kami melihat ada persoalan besar di dalam operasional program MBG. Gagasannya memang bagus, tapi pelaksanaannya tidak manusiawi. Kasus keracunan yang muncul berulang kali adalah bukti nyata bahwa ada yang salah dan harus segera dibenahi,” tegas Ronal, Jumat (19/9/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/fatwa-mui-garis-sukabumi-raya-serukan-boikot-produk-israel-di-aksi-solidaritas-palestina/

Ronal menilai pemerintah tidak boleh abai terhadap dampak buruk yang ditimbulkan. Program MBG seharusnya menjadi instrumen meningkatkan kesejahteraan juga kesehatan, bukan justru melahirkan masalah baru.

Aktivis Muda Indonesia (AMUSI) Sukabumi Kritik Pedas Keracunan diduga dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) / Foto: Istimewa
Aktivis Muda Indonesia (AMUSI) Sukabumi Kritik Pedas Keracunan diduga dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) / Foto: Istimewa

“Fakta kasus keracunan menunjukkan adanya kelalaian serius. Negara tidak boleh tutup mata. Ini bukan sekadar salah teknis, tapi menyangkut keselamatan anak generasi bangsa,” pungkasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/viral-keracunan-mbg-dan-gizi-buruk-kadinkes-sukabumi-agus-buka-suara/

Ia menambahkan, pelaksanaan program MBG harus diawasi secara ketat, transparan, dan sesuai standar kelayakan. Mulai dari kualitas bahan makanan, proses penyajian, hingga distribusi, semuanya wajib memenuhi aturan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

“Kami berharap program MBG tidak dijalankan asal-asalan. Standarnya harus sangat ketat. Jangan sampai rakyat jadi korban atas program yang seharusnya menyehatkan,” tutupnya.

AMUSI Sukabumi menegaskan akan terus mengawal jalannya program MBG agar benar sesuai dengan tujuan awal: menyejahterakan dan menyehatkan anak bangsa Indonesia, bukan membahayakan.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎

Kabar Daerah

Penyu Belimbing Langka Ditemukan Mati di Pantai Cibuaya Sukabumi, Penyebab Belum Diketahui ‎

Kabar Daerah

Fraksi Rakyat Sebut PTPN Biang Kerok, DPRD Diminta Istiqomah Kawal Relokasi Lahan Petani Sukabumi ‎

Kabar Daerah

Jampangkulon Matangkan Persiapan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ‎