Home / Nasional

Jumat, 29 Agustus 2025 - 21:17 WIB

Aksi Massa Ojol di Jakarta: Kronologi Tewasnya Affan Kurniawan hingga Momen Haru Pelukan Prajurit Kostrad

Momen haru saat peserta massa aksi pengemudi ojol memeluk Asisten Intelijen (Asintel) Kaskostrad Brigjen TNI Muhammad Nas / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Gelombang aksi massa pengemudi ojek online (Ojol) di Jakarta terus berlanjut pasca-insiden dugaan tindakan represif oknum aparat Brimob yang menewaskan salah seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan pada Kamis (28/8/2025) di kawasan Senayan, Jakarta.

Peristiwa itu memicu kemarahan sekaligus duka mendalam bagi komunitas ojol di seluruh Indonesia. Mereka menilai tindakan oknum aparat Brimob saat mengamankan aksi sudah berlebihan hingga menimbulkan korban jiwa.

Sehari setelah kejadian, ribuan massa ojol bersama elemen masyarakat kembali turun ke jalan dan melakukan aksi di depan Markas Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). Aksi demo dimulai sejak pagi hari dengan suasana tegang, bahkan sempat terjadi ketegangan ketika massa mencoba mendekat ke Mako Brimob.

Baca: https://mediaaksara.id/ojol-sukabumi-bersatu-demo-desak-kapolri-mundur-usai-insiden-brimob-di-jakarta-rakyat-ancam-aksi-jilid-2/

Ketegangan akhirnya mulai reda setelah Asisten Intelijen (Asintel) Kaskostrad Brigjen TNI Muhammad Nas turun langsung menenangkan massa. Ia memimpin jalannya mediasi dengan perwakilan demonstran, mendengarkan aspirasi, sekaligus memastikan situasi tetap kondusif.

Asisten Intelijen (Asintel) Kaskostrad Brigjen TNI Muhammad Nas Menenangkan Massa Aksi di depan Markas Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) / Foto: Istimewa
Asisten Intelijen (Asintel) Kaskostrad Brigjen TNI Muhammad Nas Menenangkan Massa Aksi di depan Markas Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) / Foto: Istimewa

“Pada intinya masyarakat menyampaikan tuntutan, yang pertama agar proses yang diduga melibatkan oknum pelaku dibuka secara transparan dan proses hukumnya disampaikan kepada masyarakat. Kedua, apabila ada warga atau pendemo yang masih ditahan, minta dilepaskan,” jelas Brigjen TNI Muhammad Nas kepada wartawan.

Ia menegaskan aspirasi yang disampaikan massa akan segera ditindaklanjuti melalui jalur resmi. “Semua sudah didengar oleh pimpinan, dan pasti akan ditindaklanjuti,” tambahnya.

Baca: https://mediaaksara.id/sekjen-golkar-dan-gubernur-lemhanas-serukan-teladani-perjuangan-kh-zezen-untuk-persatuan-bangsa/

Setelah mediasi selesai, massa diarahkan untuk membubarkan diri dengan tertib. Namun di tengah situasi yang masih emosional, terjadi momen haru saat seorang pengemudi ojol tiba-tiba memeluk salah satu prajurit Kostrad.

“Terima kasih Bapak sudah hadir, sudah meredam massa agar tidak jatuh korban lagi,” ucap sang ojol dengan suara bergetar. Prajurit Kostrad itu membalas dengan senyum tulus sambil menepuk punggungnya.

Momen tersebut sontak menjadi simbol meski ada ketegangan, ruang rekonsiliasi dan kemanusiaan tetap bisa hadir di tengah demonstrasi besar.

 

Sumber : Penerangan Kostrad

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Nasional

Reses Komisi XIII DPR RI Temukan Fakta Mengejutkan di Lapas Sukabumi, Overkapasitas 231 Persen, Apresiasi Pembinaan Tetap Optimal

Nasional

HUT PKB ke-28, Prabowo Tegaskan Arah Baru Ekonomi Nasional dan Sikap Tegas Indonesia Bela Palestina

Nasional

Hotman Paris Mundur Mendadak dari Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Cek Alasan Sebenarnya

Nasional

PWI Tempuh Jalur Hukum, Hotman Paris Dilaporkan atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan ke Polda Metro Jaya

Nasional

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Intimidasi Hotman Paris ke Wartawan di Kejagung Rendahkan Profesi Pers

Nasional

Ironis PSN! 402 SPPG di Sukabumi, Baru 2 Terdaftar BPJS Kesehatan, Komisi IX DPR RI Buka Suara

Nasional

Milad ke-65 IPM Teguhkan Komitmen Membangun Generasi Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak

Nasional

Pemuda Muslimin Indonesia Dukung Presisi, Ingatkan POLRI: Pemberantasan Korupsi Tak Cukup Lewat Narasi