Home / Kabar Daerah

Kamis, 21 Agustus 2025 - 12:31 WIB

Aktivis GAPURA Kritik Komisi IV DPRD Sukabumi Pasca Kasus Balita Meninggal karena Cacingan

Aktivis GAPURA Hakim Adonara Kritik Kinerja Komisi IV DPRD Sukabumi Pasca Kasus Balita Meninggal karena Cacingan/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Ketua Umum Gerakan Aktivis Penyelamat Yang Negara (GAPURA) Republik Indonesia, Hakim Adonara, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja DPRD Kabupaten Sukabumi, khususnya Komisi IV, menyusul meninggalnya seorang balita bernama Raya (3) di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, pada 22 Juli 2025.

Balita Raya meninggal akibat penyakit cacingan dengan kondisi keluarga yang memprihatinkan. Ibunya disebut terindikasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sementara ayahnya menderita tuberkulosis (TBC).

Baca: https://mediaaksara.id/bupati-sukabumi-asep-japar-tegas-soal-wacana-walikota-ayep-zaki-ambil-9-kecamatan-hormati-perjuangan-presidium-dob/

Menurut Hakim, kasus ini menjadi bukti lemahnya fungsi pengawasan legislatif, khususnya Komisi IV DPRD yang memiliki tugas di bidang kesehatan dan sosial.

” Tragedi balita Raya bukan hanya soal kemiskinan dan sanitasi, melainkan cermin telanjang gagalnya fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran,” ujar Hakim dalam keterangan resminya, Kamis (21/8/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/kasus-balita-meninggal-di-sukabumi-bupati-asep-japar-pemerintah-tidak-diam-janji-evaluasi-layanan-publik/

Hakim menilai, intervensi DPRD terhadap persoalan kesehatan masyarakat baru muncul setelah kasus ini ramai di media sosial. Ia mempertanyakan keseriusan anggota dewan yang dinilainya lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan seremonial dan kunjungan kerja, ketimbang memastikan layanan dasar kesehatan terpenuhi.

” Komisi IV seharusnya kritis mengawal anggaran kesehatan daerah agar program pencegahan berbasis lingkungan berjalan, memastikan puskesmas hadir untuk rakyat, dan mengawasi Dinas Kesehatan agar tidak terjebak rutinitas birokrasi. Yang terjadi justru sebaliknya, fungsi pengawasan mandul, keberpihakan lemah, dan rakyat kecil jadi korban,” tegasnya.

Baca:https://mediaaksara.id/bangunan-madrasah-diniyah-di-gunungguruh-ambruk-90-siswa-kehilangan-ruang-belajar-dewan-dapil-iv-masih-no-comen/

Ia menambahkan, kasus Raya merupakan tamparan keras bagi DPRD Kabupaten Sukabumi. “Jika mereka masih abai, itu berarti amanah rakyat ditukar dengan kursi nyaman dan gaji besar yang dibayar dari uang rakyat, termasuk dari keluarga miskin yang anaknya masih terjerat penyakit sepele tapi mematikan seperti cacingan,” katanya.

Hingga berita diterbitkan, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi maupun Komisi IV belum memberikan tanggapan.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

DPU Sukabumi Usulkan Perbaikan TPT Jalan Cibatu–Cicantayan yang Rusak

Kabar Daerah

Laskar Fisabilillah Soroti Pengawasan Miras di Sukabumi, Pemkot Didesak Bertindak

Kabar Daerah

Terjerat Kasus Dugaan Pencurian di Toserba Sukabumi, Driver Ojol Berharap Keadilan Restoratif di Polsek Cibadak

Kabar Daerah

Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Kobarkan Semangat Perjuangan Reforma Agraria dan Janji Relokasi Lahan Yon TP Ditagih Rakyat! ‎

Kabar Daerah

Petani Sukabumi Kawal Kesepakatan Lahan Relokasi Batalion TP 345, Bukan Sekadar Janji Redam Aksi Rakyat ‎

Kabar Daerah

Jalan Mareleng–Kadaleman Rusak, UPTD PU Jampangkulon: Perbaikan Diusulkan Anggaran Perubahan  ‎

Kabar Daerah

HUT ke-67 Pemuda Pancasila Sukabumi Gelar Aksi Sosial dan Layanan Gratis ‎