Bupati Sukabumi Asep Japar diwawancara awak media di Gedung Pendopo, Rabu (20/8/2025) / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Bupati Sukabumi Asep Japar angkat bicara terkait meninggalnya seorang balita bernama Raya (3), warga Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada 22 Juli 2025. Raya meninggal akibat penyakit cacingan dengan kondisi keluarga yang memprihatinkan. Ibunya terindikasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sedangkan ayahnya menderita tuberkulosis (TBC).
Dalam keterangan pers di Gedung Pendopo, Rabu (20/8/2025), Asep Japar menyampaikan belasungkawa sekaligus klarifikasi bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam kasus ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ananda Raya. Saya langsung menemui keluarga korban di Bandung, bertemu dengan ayah dan neneknya untuk memastikan penanganan,” ujarnya.
Menurut Asep, keterbatasan kondisi mental orang tua Raya membuat pola asuh anak tidak optimal sehingga berpotensi mengabaikan kesehatan anak. Namun, ia menegaskan selama ini balita tersebut tetap mendapatkan layanan kesehatan dasar. ” Anak Raya pernah dibawa ke posyandu dan puskesmas. Jadi tidak benar jika pemerintah dianggap abai,” katanya.
Ia juga mengungkapkan kondisi orang tua korban masih memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa setempat. Bahkan ayah Raya, Udin, kerap dibantu oleh perangkat desa. “Bukan berarti pemerintah membiarkan. Justru pemerintah desa hadir, hanya memang ada keterbatasan dari pihak keluarga,” tambahnya.
Asep menegaskan pasca insiden telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat kecamatan, desa hingga RT/RW, agar lebih responsif dalam melayani masyarakat. “Saya akan bertindak tegas bila ada aparat yang tidak melayani dengan baik. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk lebih proaktif dalam pendampingan keluarga rentan. “Kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Pemerintah tidak boleh tinggal diam, dan ke depan pelayanan harus lebih menyentuh masyarakat bawah,” pungkas Asep Japar.
Reporter: Nald
Redaktur: Rapik Utama







