Home / Pemerintahan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 19:09 WIB

Pasca RW Desak DPRD: Wali Kota Sukabumi Lanjutkan Program P2RW, Tekankan Kejujuran Keluar Dari Kemiskinan Ekstrem & Sampah 

Silaturahmi dan Dialog Pemkot Sukabumi bersama Ketua RW se-Kota Sukabumi bahas P2RW di Gedung Djoeang, Rabu (20/8/2025) / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memastikan Program Pemberdayaan Partisipasi Rukun Warga (P2RW) kembali digulirkan pada 2025. Keputusan diambil setelah mendengar aspirasi para ketua RW se-Kota Sukabumi. Namun, ia menegaskan program tersebut harus dijalankan dengan penuh kejujuran dan transparansi.

Pada 2025, alokasi anggaran insentif bagi RT dan RW meningkat signifikan, dari Rp11 miliar pada 2024 menjadi Rp21 miliar. “Ini bukti nyata kinerja wali kota baru, seluruhnya bersumber dari PAD. Insyaallah ke depan akan terus kita tambah,” ujar Ayep dalam acara Silaturahmi dan Dialog bersama Ketua RW se-Kota Sukabumi di Gedung Djoeang, Rabu (20/8/2025).

Ia mengingatkan agar dana P2RW digunakan secara sederhana dan akuntabel, karena anggaran tersebut diaudit langsung oleh BPK. Adapun pemanfaatannya difokuskan pembangunan talud, drainase, jalan lingkungan, posyandu, tempat ibadah, dan pengelolaan sampah.

Baca: https://mediaaksara.id/ketua-rw-kota-sukabumi-desak-dprd-fasilitasi-audiensi-soal-polemik-p2rw/

“Jika ada sisa anggaran hingga 25 Desember, RW wajib mengembalikannya ke pemerintah. Saya juga meminta seluruh ketua RW membuat pernyataan kesiapan diperiksa,” kata Ayep.

Ayep menegaskan, kejujuran menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah. “Lima tahun saja kita sepakat menerapkan kejujuran, insyaallah Kota Sukabumi bisa keluar dari permasalahan ekstrem seperti kemiskinan, rumah reyot, hingga masalah sampah,” tegasnya.

Selain itu, Wali Kota juga menyinggung target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2024, PAD tercatat Rp436 miliar, dengan target naik menjadi Rp500 miliar pada 2025. Untuk 2026, kontribusi diharapkan datang dari BUMD, BLUD, dan Perusda, termasuk keuntungan RSUD sebesar Rp15 miliar.

Baca: https://mediaaksara.id/balita-di-sukabumi-meninggal-karena-cacingan-gubernur-jabar-dedi-mulyadi-kritik-birokrasi-pemerintah-hingga-rt-anggaran-desa-cianaga-ditunda/

“Kita juga akan membenahi sektor parkir dan pasar agar menghasilkan retribusi yang lebih baik. Saya mengingatkan para pengusaha untuk jujur membayar pajak, karena dari sanalah PAD kita bertambah,” ucapnya.

Lebih jauh, Ayep memaparkan rencana strategis jangka panjang berupa perluasan wilayah Kota Sukabumi dengan memasukkan sembilan kecamatan dari Kabupaten Sukabumi.

Koordinator Forum Komunikasi Ketua Rukun Warga Kota Sukabumi, Mauly Fahlevi, mengapresiasi sikap Wali Kota. “Alhamdulillah hasil dialog kali ini, Pak Wali Kota tergugah hatinya untuk melanjutkan Program P2RW,” ujar Mauly.

 

Sumber : Heru

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Hari Kearsipan dan Perpustakaan Nasional 2026, Bupati Sukabumi Ajak Wujudkan Budaya Arsip dan Literasi Menuju Indonesia Emas

Pemerintahan

Relokasi Penyintas Bencana Sukabumi Berlanjut, Pemkab Siapkan Lahan untuk Warga Pasir Suren dan Suradita

Pemerintahan

Pengelolaan Aset Desa Jadi Sorotan, DPMD Sukabumi Perkuat Pemahaman Tukar Menukar Tanah Kas Desa

Pemerintahan

Dilema Guru PPPK Paruh Waktu: BPJS PBI Keluarga di Sukabumi Dinonaktifkan Tanpa Jaminan Pengganti

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Perkuat JKN, Pastikan Warga Kurang Mampu Tetap Mendapat Akses Layanan Kesehatan

Pemerintahan

Stop Pengangkutan Sawit di Cidolog dan Cikidang! Komisi I DPRD Sukabumi Bongkar Dugaan Pelanggaran HGU

Pemerintahan

Tak Ada Konflik Penggarap, Camat Bantargadung Beberkan Progres HGU, TORA hingga Lahan Relokasi Bencana

Pemerintahan

Camat Cibadak Dorong Gerakan Literasi Anak Sejak Dini, Inovasi Wujudkan Generasi Emas Indonesia