Home / Seni Budaya

Minggu, 20 Juli 2025 - 09:25 WIB

Milangkala ke-7 Paguyuban Padjajaran Anyar: Minim Perhatian Pemda Sukabumi, Tetap Semangat Gotong Royong Lestari Seni Budaya 

Milangkala Paguyuban Padjajaran Anyar ke-7 Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Paguyuban Padjajaran Anyar Sukabumi merayakan milangkala ke-7 dengan meriah, dimulai Selasa (15/7/2025). Perayaan yang mengusung semangat pelestarian budaya lokal ini mendapat sambutan hangat masyarakat, komunitas budaya, hingga tamu undangan dari berbagai daerah.

Menurut Ketua Paguyuban Padjajaran Anyar, Abah Firman Hidayat, tahun ini menjadi salah satu perayaan yang paling semarak dengan hadirnya bazar UMKM lokal dan wahana permainan rakyat yang memperkuat suasana kebersamaan.

“Alhamdulillah, dibandingkan tahun lalu, tahun ini jauh lebih meriah. Ada bazar, UMKM lokal, dan wahana permainan masyarakat. Semua murni semangat gotong royong,” ujar Abah Firman pada Sabtu (19/7/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/semarak-hut-ri-ke-80-camat-warungkiara-buka-turnamen-sepak-bola-antar-desa-di-ubrug/

Namun, di balik kemeriahan, Abah Firman menyoroti minimnya dukungan dari pemerintah daerah. Ia menyebut hanya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi yang memberikan bantuan dana, itupun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

“Kalau dari pemerintah, sebagian besar masih kurang support. Hanya Disbudpora saja yang bantu, itu pun anggarannya malah turun, dari 7 juta jadi 6 juta,” ungkapnya.

Baca: https://mediaaksara.id/hari-nelayan-ke-68-ciwaru-simbol-budaya-pesisir-dan-penggerak-ekonomi-wisata-sukabumi/

Untuk menutupi kekurangan biaya, pihaknya mengandalkan kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk pengelola wahana permainan yang turut mendukung jalannya acara.

“Yang nutup kekurangannya kita drop dari sumbangsih wahana. Kalau nunggu pemerintah, enggak akan jalan acaranya,” tegas Abah Firman.

Baca: https://mediaaksara.id/jembatan-cicewol-cidahu-disoal-warga-bpbd-siap-koordinasi-perbaikan-dengan-pu-sukabumi/

Meski terkendala dana, solidaritas antar komunitas budaya tetap menguat. Abah Firman mengapresiasi semangat kolektif yang terus terjaga di antara pelestari budaya dari berbagai wilayah.

Puncak milangkala dijadwalkan pada 27 Juli mendatang, dengan kehadiran komunitas budaya dari Betawi, Dayak Sagandu, serta kasepuhan adat seperti Cipta Mulya, Sinar Resmi, dan Gelar Alam sebagai simbol persatuan budaya Nusantara.

“Alhamdulillah, meski dengan segala keterbatasan, solidaritas antar komunitas budaya sangat luar biasa. Kita tunjukkan bahwa pelestari budaya tetap hidup dan kuat,” pungkasnya.

 

Koresponden : A. Tpk

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Seni Budaya

Hikmah Ruwatan Warnai Pelantikan SMSI Sukabumi Raya, Sesepuh Kampung Budaya Pasir Astana: Ikhtiar Doa dan Pelestarian Seni Sunda

Seni Budaya

Syukuran Hari Nelayan Ciwaru ke-69 Jadi Simbol Pelestarian Budaya Maritim Nusantara

Seni Budaya

Seren Taun Ke-447 Kasepuhan Ciptamulya, Tradisi Syukur Panen Warisan Budaya Nusantara

Seni Budaya

Seren Taun ke-199 Kasepuhan Girijaya, Tradisi Syukur Desa Wisata Cidahu Menjaga Budaya dan Harmoni Alam di Sukabumi

Seni Budaya

Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tradisi Syukur Menjaga Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya Nusantara

Seni Budaya

Festival Soekaboemi Tempo Doeloe 2026 Resmi Digelar, Angkat Jejak Sejarah dan Budaya Sukabumi

Seni Budaya

Seren Taun Akbar dan Gema Muharam di Pulosari Sukabumi Teguhkan Pelestarian Budaya dan Nilai Keagamaan

Seni Budaya

Bobby Maulana Ajak Pelajar Cintai Budaya Lokal dan Bijak Bermedia Sosial Wujudkan Generasi Emas