Perbaikan Ruas Jalan Panggeleseran Cikembar Sukabumi oleh PT Danti Andhika Kinara / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Jalan Panggeleseran–Cibatu di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, yang sempat viral di media sosial karena rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, kini tengah dikerjakan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi merespons cepat keluhan masyarakat karena jalan tersebut merupakan akses vital bagi kegiatan ekonomi warga.
Proyek perbaikan jalan sepanjang lebih dari 2,4 kilometer itu dikerjakan oleh PT Danti Andhika Kinara dengan alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar. Jenis pengerjaan yang dilakukan adalah beton rigid dengan target waktu pengerjaan selama 120 hari kalender.
“Alhamdulillah, kami dipercaya mengerjakan proyek jalan ini sangat penting bagi mobilitas warga, distribusi barang dan jasa, serta bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Direktur PT Danti Andhika Kinara, Endang Danti, saat ditemui awak media, Jumat (4/7/2025).
Namun, Endang mengungkapkan kendala besar yang kini dihadapi dalam proyek adalah kelangkaan bahan baku seperti pasir, kerikil, dan batu pecah atau agregat. Material itu sangat krusial dalam campuran beton, aspal, maupun konstruksi lainnya.

“Kami kesulitan mendapatkan agregat. Banyak tambang galian C yang tutup, dan perizinannya sekarang sulit, tentunya menghambat pasokan bahan baku,” ungkapnya.
Baca: https://mediaaksara.id/warga-kertamukti-geruduk-kantor-pltmh-protes-galian-kabel-tanpa-sosialisasi/
Endang menduga, pengetatan regulasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi penyebab utama banyaknya pelaku usaha galian C yang menghentikan aktivitasnya. Hal ini berdampak pada kelancaran berbagai proyek konstruksi, termasuk proyek-proyek strategis milik pemerintah.
Ia berharap pemerintah bisa lebih bijak dan mempertimbangkan kelancaran distribusi bahan baku konstruksi agar pekerjaan infrastruktur berjalan tepat waktu. Terlebih, masyarakat sangat menanti hasil dari pembangunan ini.
“Pekerjaan kami punya tenggat waktu. Kalau bahan baku tersendat, tentu pengerjaan pun terganggu. Semoga ada solusi dari pemerintah,” tandasnya.
Redaktur : Rapik Utama







