Home / Kabar Daerah

Sabtu, 14 Juni 2025 - 08:18 WIB

Viral Pekerja Asing Lakukan Pengeboran di Sukabumi. Perusahaan: Miskomunikasi, Minta Berita Take Down

Tangkapan layar video amatir aktivitas perusahaan membawa peralatan kerja melewati permukiman masyarakat / Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Aktivitas pengeboran yang diduga melibatkan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Desa Boyongsari, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, mendadak viral pada Kamis (12/6/2025). Camat Bantargadung, Asep Rusli, mengaku baru mengetahui hal itu setelah videonya tersebar di media sosial.

” Tidak ada konfirmasi ke saya. Tahu-tahu sudah selesai dua hari,” kata Asep saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (13/6/2025).

Menurut Asep, info aktivitas serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain sebelumnya.

Baca: https://mediaaksara.id/dua-kali-disidak-pt-bogorindo-masih-bandel-bangun-camping-ground-di-cibadak/

“Pertama itu di Desa Sukaharja, terus ke Boyongsari, sekarang ke Desa Darmaraja, Kecamatan Warungkiara,” ungkapnya.

Pihak kecamatan telah melaporkan aktivitas tersebut ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi untuk menindaklanjuti soal legalitas pengerjaan.

“Kami sudah melaporkan kegaduhan ini ke DPMPTSP, nanti Pak Ali yang menindaklanjuti,” jelasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/heboh-pengeboran-misterius-oleh-wna-di-bantargadung-camat-mengaku-tak-tahu-menahu/

Warga sekitar turut merekam dan menyebarkan momen alat berat yang melintasi jalan desa, sehingga membuat heboh publik. Dalam salah satu video, terdengar seorang warga berkata:

“Ada tank lewat,” ucapnya dalam video yang diambil pada Jumat (13/6/2025).

Dari dokumen yang beredar, diketahui aktivitas pengeboran berasal dari surat permintaan survei oleh PT SDEPCI Indonesia kepada PT PTPN VIII Cibungur. Survei dilakukan untuk studi kelayakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) lepas pantai di Banten dengan kapasitas 800 MW.

Baca: https://mediaaksara.id/viral-pria-cibadak-gagal-culik-bocah-gegara-loncat-dari-motor-janji-kuota-uang-rp100-ribu/

Terpisah, Perwakilan PT SDEPCI Indonesia, Bayu kepada MediaAksara melalui seluler mengatakan sebenarnya masalah ini akibat miskomunikasi antara Pak Kades Boyongsari dengan Camat Bantargadung. Ia pun minta kalau bisa berita awal perihal aktivitas pengeboran bisa di take down berdalih akan berdampak.

“Jadi dari awal, mungkin dari Pak Kades tidak ada konfirmasi ke Pak Camat, kalau bahwasanya di lokasi sana akan dilakukan pengeboran sample tanah dan air. Dan kemarin juga saya sempat ditelpon Pak camat, kok ngak ngabarin saya, dan Pak Kades tidak mengabarin. Makanya saya bingung, lalu kemarin saya jelaskan panjang lebar dan akhirnya Pak Camat mengerti, ” ujarnya pada Jumat malam (13/6/2025).

Bayu menambahkan, Sekarang pengeboran pindah lokasi di Desa Damarraja ” Mau saya sih, pinginnya berita yang sudah di up, di take down kalau bisa gitu, karena takutnya kenapa bisa kayak gini, padahal kita sudah ngomong ke Kadus sudah oke ACC, ” harapnya.

 

Reporter : Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Torehkan Sejarah di Sukabumi, Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Kabar Daerah

Masker Gratis Dibagikan Dampal Jurig, Dorong Warga Waspadai Debu Vulkanik

Kabar Daerah

Abu Vulkanik Ganggu Jalan di Sukabumi, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Bersihkan Debu

Kabar Daerah

Polsek Cibadak Bagikan 250 Masker Gratis di Tengah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau ‎

Kabar Daerah

KKN Mandiri Universitas Nusa Putra Tuntas, Mahasiswa Tinggalkan Manfaat di Desa Kertaangsana

Kabar Daerah

Cegah Penyakit Sejak Dini, Puskesmas Jampangkulon Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN ‎

Kabar Daerah

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

Kabar Daerah

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎