Home / Kabar Daerah

Kamis, 12 Juni 2025 - 23:39 WIB

Heboh Pengeboran Misterius oleh WNA di Bantargadung, Camat Mengaku Tak Tahu-Menahu

Tangkapan Layar Pekerja WNA melakukan pengeboran di Perkebunan PT. Safira, Desa Boyongsari, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Sebuah video berdurasi 22 detik beredar di media sosial pada Kamis (12/6/2025), menampilkan aktivitas pengeboran tanah oleh dua orang pekerja warga negara asing (WNA) di Desa Boyongsari, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam tayangan, tampak sebuah mesin bor berukuran besar sedang digunakan oleh dua orang WNA untuk mengebor tanah. Aktivitas ini memicu tanda tanya dari masyarakat karena dilakukan tanpa sosialisasi terbuka.

Camat Bantargadung, Asep Rusli, dikonfirmasi awak media mengaku belum mendapat informasi resmi terkait aktivitas pengeboran tersebut.

Baca: https://mediaaksara.id/hmi-ancam-demo-disnaker-jabar-didesak-usut-dugaan-pelanggaran-ketenagakerjaan-di-pt-paiho-sukabumi/

“Belum ada info. Kalau aktivitas pengeboran di Safira itu tidak ada izin ke saya, bahkan saya juga baru tahu dari wartawan,” ujarnya singkat melalui pesan singkat.

Menyikapi viralnya video tersebut, pihak kecamatan segera menindaklanjuti dengan menerjunkan Kasi Trantib beserta jajaran untuk melakukan survei ke lokasi.

Baca: https://mediaaksara.id/tiga-jemaah-haji-asal-sukabumi-meninggal-di-tanah-suci-keluarga-terima-asuransi-rp5875-juta/

“Kami sudah perintahkan Kasi Trantib tadi siang untuk meninjau langsung ke lokasi. Memang benar ada aktivitas pengeboran, dan saat petugas tiba, alat tersebut sudah dihentikan,” jelas Asep.

Sementara itu, Kepala Desa Boyongsari, Deden, membenarkan pengeboran tersebut telah mengantongi izin dari pihak desa.

“Sudah izin ke desa. Itu hanya pengambilan sampel tanah. Menurut informasi, nantinya akan dibangun kincir angin sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA),” ungkapnya saat dihubungi via telepon.

Baca: https://mediaaksara.id/dinas-pertanian-angkat-bicara-dugaan-penggelapan-alsintan-rp450-juta-di-bojongjengkol-sukabumi/

Di sisi lain, salah satu warga, Apoet, yang melihat langsung aktivitas itu mengaku bingung dengan apa yang dilakukan oleh para pekerja asing.

“Habis dibor, tanahnya langsung diambil. Tidak tahu buat apa. Dari mata bor itu tanahnya dikumpulkan per kolom, dari 1, 2, 3, dan 4, semuanya diambil oleh WNA itu,” kata Apoet.

Sementara aktivitas ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi dan legalitas kegiatan yang dilakukan oleh pihak asing di wilayah pedesaan.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Danrem 061/Surya Kencana Bersama Dandim 0622 Sukabumi Tinjau Kesiapan Yon TP 331 Sanca Manggala 

Kabar Daerah

Forkopimcam Jampangkulon Ajak Warga Semarakkan PORSADIN 2026 dan HUT ke-81 RI dengan Pasang Bendera Merah Putih

Kabar Daerah

Polemik Wakaf ASN Kota Sukabumi Berakhir? Anggota DPRD PKS Sebut Tak Ada Lagi Pungutan yang Dikondisikan

Kabar Daerah

Forkopimda Kota Sukabumi Absen di HUT Dadali Pati, Paguyuban Pencak Silat Kecewa hingga Ancam Somasi

Kabar Daerah

Ujian Kenaikan Tingkat KODRAT Sukabumi Bertepatan HUT Tarung Derajat ke-54, Siapkan Atlet Menuju Porda Jabar

Kabar Daerah

Mahasiswa Adu Inovasi AI di Sukabumi, Build with Gemma Hackathon 2026 Dorong Kolaborasi Google dan Kampus

Kabar Daerah

Pilkades PAW Cikujang: Ade Irma Menang, DPMD Sukabumi: Saatnya Bersatu Bangun Desa Lebih Transparan

Kabar Daerah

Viral ke KDM, Sungai Diduga Tercemar Limbah Batu Hijau, DLH Jabar Uji Kualitas Air