Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Warungkiara, Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Petani di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan kerusakan infrastruktur irigasi yang mengairi sawah. Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Wahyu menyampaikan, masalah tersebut sudah berlangsung sejak dua puluh tahun.
“Masalah utama terletak pada infrastruktur irigasi yang mengairi tiga desa di Kecamatan Warungkiara, yakni Ubrug, Bojongkerta, dan Kertamukti. Termasuk akibat tumpukan sampah di aliran irigasi menjadi penyebab utama,” ujar Wahyu dalam wawancara MediaAksara.id, Selasa (10/6/2025).
Wahyu menambahkan, irigasi sepanjang 9 kilometer yang mengaliri hampir 507 hektare sawah di Warungkiara sering mengalami kerusakan, terutama saat musim hujan. Kondisi ini mengakibatkan ketidakmerataan distribusi air yang sangat berdampak pada hasil pertanian.
BPP, yang bertugas melakukan penyuluhan pertanian, menyarankan agar petani di Desa Kertamukti beralih ke tanaman yang lebih tahan terhadap kekurangan air. “Solusinya sementara, petani bisa mencoba menanam Singkong atau jenis tanaman lain yang minim memerlukan air,” kata Wahyu.
Kendati demikian, Wahyu juga menekankan masalah irigasi harus segera diatasi, mengingat sudah ada rencana pembangunan infrastruktur irigasi yang lebih baik. Pihaknya berharap pembangunan dapat dilakukan segera, mengingat dampak krisis air yang sudah berlangsung lama.
Sebagai lembaga penyuluhan pertanian, BPP bertugas memberikan informasi teknologi pertanian dan pasar, serta memfasilitasi koordinasi antara petani, penyuluh, dan pelaku usaha.
” BPP juga berperan dalam pengembangan kelembagaan dan kemitraan di sektor pertanian, termasuk membantu petani dalam menghadapi permasalahan seperti yang terjadi di Desa Kertamukti,” pungkas Wahyu di kantor BPP, Jalan Warungkiara.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







