Home / Kabar Daerah

Sabtu, 31 Mei 2025 - 12:10 WIB

Spanduk Liar “Gabung ka Kota” Bikin Geram! Warga Sukabumi Tolak Keras Ajakan Provokatif

Penampakan Spanduk Provokatif di Area Tugu Adipura Cisaat, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi / Foto : MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Masyarakat Kabupaten Sukabumi menyatakan penolakan keras terhadap kemunculan spanduk-spanduk liar yang mengajak sejumlah wilayah kecamatan bergabung ke Kota Sukabumi. Spanduk yang dinilai provokatif ini tersebar di titik-titik strategis, seperti kawasan jembatan Cigunung dan Tugu Adipura Cisaat, serta di pertigaan Jalan Raya Cibolang – Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh.

Spanduk bertuliskan, “Teu cukup ngopi, tapi Cisaat kudu gabung ka Kota. Biar warga Cisaat makin well!!”, sementara spanduk lainnya menyebut, “Ceuk Bapa Aing Lamun DOB Hese, Sawareh Kecamatan ka Kota Keun! Tos Waktosna Gunungguruh Jadi Kota.” Pemasangan spanduk ini dikhawatirkan berpotensi memecah belah masyarakat, apalagi terpampang foto Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.

Tokoh pemuda Sukabumi dari Kampung Cibencoy, Kecamatan Gunungguruh, Muhammad Sayyid Agil (33), mengecam keras pemasangan spanduk-spanduk tersebut. Ia menilai aksi itu tidak mencerminkan aspirasi kolektif masyarakat dan tidak melalui mekanisme musyawarah.

Baca: https://mediaaksara.id/akibat-lilin-ultah-kebakaran-di-cikembar-sukabumi-dua-rumah-hangus-dan-satu-korban-alami-luka-bakar/

“Beberapa spanduk memang sudah dicabut, tapi masih ada yang bertahan di perbatasan Cisaat dan Gunungguruh. Pemerintah daerah, khususnya Satpol PP, harus segera bertindak,” ujarnya, Jumat (30/05).

Sayyid menilai spanduk tersebut dibuat secara sistematis, mengesankan adanya pengorganisasian dari kelompok tertentu. Meski menyampaikan aspirasi merupakan hak demokratis, namun cara dan waktu pemasangan dianggap tidak etis dan menimbulkan keresahan.

Menurut Sayyid, wilayah Dapil 4 Kabupaten Sukabumi yang meliputi Gunungguruh, Cisaat, Kadudampit, Sukabumi, Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Cireunghas, dan Gegerbitung, memiliki kesamaan aspirasi akan tetap menjadi bagian dari Kabupaten Sukabumi. Ia menyatakan dukungannya terhadap pemekaran melalui pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) seperti Kabupaten Sukabumi Utara dan Selatan, bukan penggabungan ke Kota Sukabumi.

Baca: https://mediaaksara.id/hmi-soroti-etika-rangkap-jabatan-dprd-sukabumi-potensi-konflik-kepentingan-dan-krisis-integritas/

” Kami ingin berkembang sebagai daerah otonom, bukan sebagai wilayah tambahan Kota Sukabumi. Pemerintah seharusnya memperkuat identitas dan pelayanan, bukan malah seperti melempar isu yang memecah belah,” tegasnya.

Menurutnya, Isu ini sempat mengemuka beberapa tahun lalu dengan istilah “Susukecir” (Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Cireunghas), dan kini mencuat lagi melibatkan Cisaat dan Gunungguruh. Sayyid mengungkap warga tidak mengetahui siapa pelaku pemasangan spanduk tersebut. Diduga dilakukan diam-diam pada malam hari.

Di akhir pernyataannya, Sayyid mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera menertibkan spanduk-spanduk provokatif dan mengusut dalangnya. “Jangan sampai ini terus membesar dan merusak tatanan sosial. Pemerintah harus hadir, bukan diam,” tandasnya.

 

Reporter : Azriel B. Rahman

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Torehkan Sejarah di Sukabumi, Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Kabar Daerah

Masker Gratis Dibagikan Dampal Jurig, Dorong Warga Waspadai Debu Vulkanik

Kabar Daerah

Abu Vulkanik Ganggu Jalan di Sukabumi, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Bersihkan Debu

Kabar Daerah

Polsek Cibadak Bagikan 250 Masker Gratis di Tengah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau ‎

Kabar Daerah

KKN Mandiri Universitas Nusa Putra Tuntas, Mahasiswa Tinggalkan Manfaat di Desa Kertaangsana

Kabar Daerah

Cegah Penyakit Sejak Dini, Puskesmas Jampangkulon Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN ‎

Kabar Daerah

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

Kabar Daerah

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎