Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengrajin Opak Jampang bersama Camat Jampangkulon / Foto: Sdv@
MEDIAAKSARA.ID – Camat Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi Dading melakukan peninjauan ke sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengrajin Opak Jampang di wilayah Desa Padajaya dan Desa Mekarjaya, Selasa (27/05/2025).
Wilayah Pajampangan, khususnya Kecamatan Jampangkulon, dikenal dengan produk camilan tradisional, Opak Jampang. Makanan ringan yang renyah, gurih, dan tahan lama ini telah menjadi oleh-oleh khas dari Sukabumi Selatan, serta mudah ditemui hampir di setiap pelosok wilayah Pajampangan dan jalur wisata Sukabumi.
Baca: https://mediaaksara.id/anyaman-bambu-kampung-batu-sirap-warisan-unik-desa-semplak-sukabumi/
Di Desa Padajaya dan Mekarjaya, produksi Opak Jampang masih dilakukan secara tradisional. Camilan ini umumnya berbentuk bulat dengan permukaan licin dan tidak berminyak. Rasa gurih dan khas dari Opak Jampang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kuliner tradisional.
“Opak Jampang yang kini semakin dikenal luas di Jawa Barat, menurut informasi asal-usulnya bermula dari Jampangkulon. Di desa Padajaya, masih banyak pelaku UMKM yang memproduksi opak secara turun-temurun. Ini merupakan warisan ekonomi lokal yang perlu terus dikembangkan,” ujar Camat Dading pada Selasa (27/05).
Ia menambahkan, popularitas Opak Jampang harus dimanfaatkan sebaiknya dengan inovasi alami agar nilai jualnya meningkat dan mampu menembus pasar menengah ke atas.

Saat ini terdapat sekitar 20 pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Jampangkulon yang memproduksi berbagai camilan khas, seperti Opak Ketan, Opak Sampeu, Ranginang, Kicimpring, Gula Merah, Lantak, Gurandil, Kolontong, hingga nasi olahan seperti Nasi Oyek dan Nasi Inter.
Salah satu pelaku UMKM yang telah memproduksi Opak Jampang selama 30 tahun adalah Saodah, mempekerjakan 10 orang tenaga kerja lokal. Ia menjelaskan terdapat dua varian rasa Opak Jampang, yaitu manis ( Opak Kembung) dan asin (Opak Rangu).
“Keistimewaan Opak Jampang adalah proses memasaknya yang tidak digoreng, melainkan dibakar. Bahannya pun dari ketan berkualitas tinggi yang dicampur kelapa parut agar gurih dan tahan lama, meski tanpa bahan pengawet, asalkan disimpan dalam wadah kedap udara,” ujar Saodah.
Baca: https://mediaaksara.id/dkukm-sukabumi-dan-jamkrindo-gelar-workshop-literasi-keuangan-umkm/
Ia berharap pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan dukungan terutama dalam hal permodalan dan akses pemasaran. “Kami ingin produk kami tidak hanya dijual ke pengecer di Pajampangan, tapi juga ke wilayah yang lebih luas.”
Untuk harga, Opak Jampang dijual eceran Rp15.000 per kantong, dan untuk pengecer atau toko oleh-oleh dijual Rp10.000 per kantong. Selain Opak, usaha Saodah juga memproduksi Ranginang Ketan Hitam, Rangginang Terasi, Gurandil, dan Kolontong dengan kisaran harga yang sama.
Koresponden: Sdv@
Redaktur: Rapik Utama







