Home / Sosial Ekonomi

Kamis, 20 Maret 2025 - 12:59 WIB

Anyaman Bambu Kampung Batu Sirap: Warisan Unik Desa Semplak Sukabumi

Kepala Desa Semplak Nura Widarnangti diwawancara awak media atas potensi sentra anyaman bambu warga kampung batu sirap / Foto: Rapik Utama

MEDIAAKSARA.ID – Bazar Ramadan 1446 H/2025 di Kecamatan Sukalarang berlangsung meriah dengan kehadiran Bupati Sukabumi, Asep Japar, didampingi Wakil Bupati Andreas. Acara ini menjadi ajang promosi bagi puluhan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang memamerkan produk unggulan daerah.

Menurut panitia, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), bazar ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (19/3/2025) hingga Sabtu (22/3/2025), berlokasi di halaman Masjid Aljabar. Salah satu produk yang menarik perhatian Bupati adalah anyaman bambu khas dari Kampung Batu Sirap, Desa Semplak.

Baca: https://mediaaksara.id/dukcapil-palabuhanratu-prioritaskan-pemulihan-dokumen-warga-terdampak-bencana/

Terpantau Bupati Asep Japar bahkan menyempatkan diri untuk membeli langsung anyaman bambu dari sentra pengrajin setempat. Keunikan produk ini terletak pada eksklusivitasnya hanya dibuat oleh satu kampung yang masih mempertahankan tradisi turun-temurun.

Kepala Desa Semplak, Nura Widarnangti, mengungkapkan pada mediaaksara.id bahwa selain produk makanan dan minuman, Ia juga menyediakan kerajinan tangan anyaman bambu menjadi salah satu potensi unggulan desanya.

“Alhamdulillah, di Semplak ini ada produk kerajinan khas berupa anyaman bambu. Dalam bazar ini, kami membawa beberapa hasil kerajinan yang bahkan sudah diborong oleh Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati,” ujarnya, Rabu (19/3/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/gak-ada-ampun-petugas-bubarkan-balap-liar-di-paris-cibadak-dua-orang-diamankan/

Kampung Batu Sirap dihuni sekitar 40 kepala keluarga dan dikenal sebagai sentra utama pengrajin anyaman bambu. Keunikan kampung ini bukan hanya pada produknya, tetapi juga pada lingkungan dan gaya hidup warganya yang masih mempertahankan ciri khas kampung adat.

“Potensi bambu di sini sangat melimpah. Masyarakat memanfaatkannya untuk membuat berbagai kerajinan seperti kipas (hihid), bakul nasi (boboko), alat penampi beras (nyiru), serta produk lainnya,” jelas Nura pada Mediaaksara.id.

Baca: https://mediaaksara.id/viral-tiktoker-mang-kifly-kritisi-pelajar-smp-di-sukabumi-bayar-infak-rp-500-ribu-per-tahun/

Meski memiliki produk khas, pemasaran anyaman bambu dari Kampung Batu Sirap masih terbatas. Penjualan lokal dilakukan secara langsung atau melalui warung-warung tradisional, sedangkan pesanan luar daerah dikirim melalui jasa pengiriman.

Namun, salah satu tantangan utama adalah belum adanya branding atau hak paten untuk produk ini.

“Masyarakat lebih fokus pada produksi dibandingkan pengemasan dan pemasaran. Ke depan, kami ingin mendorong agar produk ini memiliki nilai jual lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Nura.

Baca:  https://mediaaksara.id/muhibah-ramadhan-wabup-sukabumi-ajak-jaga-tradisi-silaturahmi-dan-tebar-kebaikan/

Dengan keunikan dan nilai budaya yang dimiliki, anyaman bambu dari Kampung Batu Sirap berpotensi menjadi ikon kerajinan khas Sukabumi. Tinggal bagaimana strategi pemasaran dan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional maupun internasional.

 

Reporter : Anggita TA. Rahman

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

Potret Kemiskinan di Jalanan Kota Cibadak, Orang Tua Berjuang Menghidupi Anak Dari Memulung

Sosial Ekonomi

Gerai Dekranasda Jadi Sarana Promosi Produk UMKM Sukabumi ke Wisatawan ‎

Sosial Ekonomi

Pendamping Sosial Jampangkulon Perbarui Data DTSEN Warga Desa Tanjung Usai Viral di Media Sosial

Sosial Ekonomi

‎51 Rumah Tak Layak Huni di Ciambar Dapat Bantuan BSPS 2026, Pemdes Gelar Tender Rakyat ‎

Sosial Ekonomi

‎7 Warga Bojonggenteng Terima Bantuan Rutilahu 2026, Anggaran Rp20 Juta per Rumah

Sosial Ekonomi

Rutilahu Cicurug 2026: Disperkim Sukabumi Intervensi 7 dari 12 Usulan Rutilahu ‎

Sosial Ekonomi

Wabup Sukabumi Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Kesiapsiagaan Diperkuat

Sosial Ekonomi

Gerak Sosial YFSBBP Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kalibunder ‎