Penampakan Riset di Gunung Padang Cianjur,Jawa Barat / Foto : Franks Stuff
MEDIAAKSARA.ID – Gunung Padang, situs megalitikum berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik. Klaimnya sebagai struktur piramida tertua di dunia pernah menarik perhatian para peneliti dan masyarakat. Diketahui situs memiliki luas sekitar 291.800 meter persegi dan diyakini menyimpan jejak peradaban kuno .
Sayangnya, keberadaan situs kini terancam oleh berbagai faktor, mulai dari kerusakan alami seperti erosi dan pertumbuhan tanaman liar, hingga minimnya pengelolaan. Tantangan ini membuat upaya pelestarian situs menjadi mendesak agar warisan budaya bangsa Indonesia agar tidak punah oleh waktu.
Baca:https://mediaaksara.id/hpn-2025-di-riau-makna-sejarah-dan-tantangan-pers-nasional/
Gunung Padang berbentuk punden berundak, struktur khas masa megalitikum yang dipercaya sebagai tempat peradaban nenek moyang. Berdasarkan data Peta Budaya Belajar Kementerian Pendidikan Budaya Republik Indonesia, susunan batu-batu besar di situs memperkuat dugaan fungsinya sebagai sarana ritual. Meskipun sebagian struktur mengalami kerusakan, sebagian masih berdiri kokoh.
Sekilas catatan awal mengenai keberadaan situs ini berasal dari arkeolog Belanda, N.J. Krom, pada tahun 1914, dalam laporan Rapporten Oudheidkundige Dienst. Ia menyebut adanya situs purbakala di sekitar Gunung Melati, meski pada saat itu belum menyebut nama Gunung Padang secara spesifik.
Baca: https://mediaaksara.id/hpn-2025-di-riau-makna-sejarah-dan-tantangan-pers-nasional/
Nama Gunung Padang baru dikenal luas setelah tahun 1979, ketika seorang warga menemukan struktur batu purbakala yang kemudian ditindaklanjuti oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Ekskavasi dilakukan pada teras keempat dan kelima, sepintas membuka tabir sejarah yang tersimpan dalam situs gunung padang.
Koresponden: Jl-o
Redaktur : Rapik Utama







