Di balik suksesnya PORSADIN VIII Kabupaten Sukabumi, Camat Jampangkulon Dading (kiri) menunjukkan keteladanan kepemimpinan yang merakyat, kolaboratif, dan menginspirasi masyarakat / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Kesuksesan penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Jampangkulon, Kamis (23/7/2026), menjadi bukti kolaborasi dan kepemimpinan yang merangkul seluruh elemen masyarakat mampu menghadirkan sebuah perhelatan yang membanggakan.
Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Jampangkulon untuk menyaksikan pembukaan PORSADIN VIII yang dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kabupaten Sukabumi. Penampilan drama kolosal “Tajug Piwuruk” dari santri Madrasah Diniyah Jampangkulon menjadi salah satu sajian yang mendapat apresiasi karena mengangkat nilai-nilai budaya, pendidikan, dan keagamaan.
Baca Juga :
Di balik suksesnya kegiatan, terdapat peran Camat Jampangkulon Dading, yang dalam waktu dekat akan memasuki masa purna tugas sebagai aparatur sipil negara. Selama memimpin, Dading dikenal sebagai sosok yang sederhana, dekat dengan masyarakat, serta mampu membangun sinergi bersama Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen lainnya.
Semangat pelayanan itu diwujudkan melalui jargon “Jampangkulon Nyate Bos” (Nyaman, Tenteram, Bari Orangna Someah), yang menjadi identitas pelayanan publik sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Jampangkulon.
Usai pembukaan PORSADIN VIII, Dading menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan yang berlangsung aman dan meriah.
“Alhamdulillah, PORSADIN VIII dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses berkat kerja sama seluruh pihak. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, panitia, para kiai, ustaz, santri, relawan, dan seluruh masyarakat Jampangkulon. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi untuk terus membina generasi muda yang berakhlak, berprestasi, serta mencintai budaya dan daerahnya,” ujarnya.
PORSADIN VIII tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para santri, tetapi juga meninggalkan hikmah bahwa kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan, keteladanan, dan pelayanan tulus akan melahirkan semangat gotong royong serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Sumber: @ Sadeva
Redaktur: Rapik Utama







