Penampakan Kemacetan Jalan Karangtengah, Cibadak akibat aktivitas PT Daehan Global. Pemerintah dan DPRD Desak Aksi Solusi / Foto: Mediaaksara
MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar rapat Satuan Tugas Percepatan Investasi dan Kemudahan Berusaha di Aula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Palabuhanratu, Jumat (16/5/2025). Rapat membahas penanganan kemacetan lalu lintas akibat aktivitas PT Daehan Global Sukabumi yang berlokasi di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak.
Hasil rapat, Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan telah disepakati beberapa langkah konkret untuk mengurai kemacetan.
“Pertama, penambahan celukan. Kedua, pengecoran area pedestrian dan penataan PKL. Ketiga, penambahan petugas pengatur lalu lintas. Semua ini bertujuan agar jalur jalan menjadi lebih tertib dan lancar,” ujar Ali pada Jum’at (16/5).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar ke Mediaaksara mengapresiasi langkah DPMPTSP. Namun ia menegaskan bahwa belum ada tindakan nyata di lapangan, sementara kondisi kemacetan terus terjadi setiap hari.

“Saya mengapresiasi rencana pemerintah yang telah memanggil pihak terkait. Tapi selama belum ada bukti nyata, semua itu belum jadi apa-apa. Jangan dulu bangga. Kerja jangan hanya di atas meja, tapi harus langsung turun ke lapangan,” tegas Hera saat dihubungi Mediaaksara, Senin (20/5).
Legislator jajaway menegaskan jalur Karangtengah merupakan kawasan darurat macet setiap hari dan membutuhkan aksi cepat, bukan sekadar rencana jangka panjang.
“Pak Ali sudah infokan perencanaannya ke saya. Tapi saya minta dari wacana, langsung aksi. Buat celukan, benahi bahu jalan, dan atur lokasi PKL. Jangan tunda-tunda, ini perusahaan lama, bukan baru berdiri,” kata Hera dari Fraksi Gerindra.
Ia juga menolak jika ada pernyataan dari pihak tidak jelas atas penghentian operasional perusahaan. “Kalau ada yang bicara operasional perusahaan dihentikan, itu keliru besar. Solusinya adalah penataan. Lihat contoh seperti Pegadaian, bisa menyelesaikan masalah tanpa menambah masalah,” celotehnya.
Hera juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan perusahaan untuk segera menyediakan fasilitas seperti area celukan dan lokasi usaha yang tidak mengganggu jalan umum.
“Karyawan pasti butuh jajanan, jadi pedagang harus ditata dan diberi tempat yang layak. Tapi perusahaan juga harus bertanggung jawab dengan menyiapkan lahan khusus,” pungkasnya.
Tak hanya itu, Ia mendesak agar penyelesaian tidak molor hingga akhir Mei. ” Kalau bisa minggu ini langsung aksi. Jangan menunggu lagi. Masalah ini harus dituntaskan segera karena kemacetan sudah terjadi setiap hari,” tutup Hera.
Redaktur: Rapik Utama







