Kepala Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara,Kabupaten Sukabumi ,Dede Kusnadi / Foto: Mediaaksara
MEDIAAKSARA.ID – Kepala Desa Kertamukti, Dede Kusnadi, angkat bicara soal tudingan penyimpangan Dana Desa Tahun Anggaran 2023 yang dikelola oleh Pemerintah Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.
Isu dugaan penyimpangan dan informasi sepihak menyebutkan bahwa dari total dana sebesar Rp 848.340.000, sebanyak 20 persen atau sekitar Rp 169 juta dialokasikan untuk program ketahanan pangan.
Namun, dalam realisasinya, bantuan berupa bibit dan benih pertanian yang seharusnya diberikan dalam satu unit kegiatan justru dialihkan untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Bojongkerta RT 03/RW 06 dengan nilai Rp 64.668.000.
Selain itu, program peningkatan produksi tanaman pangan yang disebutkan untuk pengadaan alat produksi dan pengelolaan pertanian, diinfokan sepihak direalisasikan hanya dalam bentuk pengadaan bibit buah senilai Rp 105 juta.
Saat dikonfirmasi Mediaaksara, Kades Dede Kusnadi menepis sejumlah tudingan tersebut. Ia mengklarifikasi perihal pengadaan bibit pohon, khususnya durian dan rambutan, dilakukan pada tahun 2019 dan bukan fiktif.

“Pemdes belanja bibit durian dan lengkeng melalui CV SHPJ. Totalnya 2.000 bibit, Terdiri dari Durian 1.500 Batang, lalu 500 Lengkeng dan dikelola oleh TPK dengan anggaran sebesar Rp 105 juta, termasuk PPH dan PPN,” jelas Dede kepada mediaksara.id, Selasa (20/5/2025).
Menurutnya, bibit tersebut telah dibagikan ke masyarakat melalui perangkat desa seperti RT dan RW.
Tak hanya itu, Dede juga menanggapi tudingan sepihak terkait pengelolaan BUMDes yang disebut fiktif.
“Masalah BUMDes sudah diperiksa Inspektorat pada tahun 2023, dan hasilnya clear. Tidak ada pelanggaran,” tegasnya di Kantor Desa Kertamukti.
Tak hanya itu, Ia menegaskan usaha BUMDes tahun 2017 bergerak di bidang bakery (roti) dan sempat berjalan dua tahun sebelum terhenti karena pandemi COVID-19.
Baca: https://mediaaksara.id/ptsl-2025-8-400-bidang-dptr-sukabumi-dukung-bpn-targetkan-dua-bulan-selesai/
“Waktu itu usaha BUMDes di bidang roti memang berjalan dua tahun.Bila ada pihak yang katakan fiktif, itu salah besar,” ujarnya.
Tudingan lainnya, ketua BUMDes saat itu adalah anaknya, Dede kembali membantah.
“Ketua BUMDes 2017 itu bukan anak saya, tapi Sumarna. Sudah diperiksa juga dan tidak ada masalah,” tambahnya.
Dede Kusnadi menyatakan keberatannya terhadap tudingan yang menyudutkan dirinya dan Pemerintah Desa Kertamukti.
“Saya merasa keberatan dan terganggu. Semua tuduhan itu tidak benar. Baik soal bibit pohon maupun BUMDes, semuanya sah dan sudah diperiksa,” pungkasnya.
Reporter: Juliansyah
Redaktur : Rapik Utama







