Tembok Penahan Tanah (TPT) yang longsor di Tanjungsari, Cipelang, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sudah enam bulan berlalu sejak bencana longsor melanda wilayah Tanjungsari, Cipelang, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, namun Tembok Penahan Tanah (TPT) yang longsor belum juga diperbaiki. Warga pun kini hidup dalam ancaman bencana susulan, terlebih musim hujan kembali datang.
Longsor yang terjadi pada 5 November 2024 silam menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, termasuk milik Ketua RW setempat, Diki Permana. Dinding rumahnya retak, genting pecah dan jatuh. Hingga kini, kondisi bangunan masih membahayakan enam jiwa yang tinggal di dalamnya.
Baca: https://mediaaksara.id/dana-jht-peserta-jebol-spsi-desak-audit-total-bpjs-ketenagakerjaan/
Pasca kejadian, sejumlah pihak seperti BPBD, Babinsa, Polsek, Koramil, Kelurahan, dan dinas PUTR bersama konsultan telah datang meninjau lokasi. Mereka melakukan pengukuran dan penggambaran rencana perbaikan, bahkan sempat menjanjikan pembangunan ulang TPT. Namun, janji tersebut tak kunjung ditepati hingga hari ini, Jum’at ,9 Mei 2025.
” Kami khawatir terjadi longsor susulan, karena posisi rumah kami persis di samping lokasi longsoran. Apalagi sekarang sudah masuk musim hujan lagi,” ujar Diki.
Warga berharap pemerintah tidak menunda lebih lama penanganan bencana ini. Ketiadaan kejelasan dan tindakan nyata dari pihak terkait menambah beban psikologis warga, khususnya mereka yang rumahnya terdampak langsung dan berada dalam risiko tinggi.
Koresponden : Uv
Redaktur: Rapik Utama







