Pemdes dan warga bantu pemilik rumah ambruk milik Abdul Ropik, warga Kampung Margawangi, Desa Sukamaju,Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
SUKALARANG, MEDIAAKSARA.ID — Sebuah rumah milik warga di Kampung Margawangi, RT 17/RW 03, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, tiba-tiba ambruk pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Bangunan rumah milik Abdul Ropik diduga ambruk akibat kondisi konstruksi yang telah mengalami kerusakan dan lapuk termakan usia. Saat kejadian, cuaca dilaporkan tidak sedang hujan dan tidak terjadi angin kencang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan bangunan cukup parah hingga rumah tersebut tidak lagi layak ditempati. Abdul Ropik bersama keluarganya kini terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah saudara.
Abdul membenarkan sebelum ambruk, sejumlah bagian rumah memang sudah mengalami kerusakan. Menurutnya, bangunan roboh sekitar pukul 14.30 WIB ketika tidak ada penghuni di dalam rumah. Kondisi tersebut membuat dirinya bersyukur karena keluarganya selamat dari musibah.
Baca Juga :
”Alhamdulillah saat kejadian tidak ada orang di dalam rumah, sehingga tidak ada korban jiwa,” kata Abdul.
Kepala Desa Sukamaju, Haris Sugiarto, membenarkan adanya musibah rumah roboh yang dialami Abdul Ropik, warga asli Desa Sukamaju.
Haris mengatakan, pemerintah desa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung meninjau lokasi setelah mendapat informasi kejadian.
”Memang benar telah terjadi musibah rumah roboh. Waktu kejadian, Pemdes, Forkopimcam dan BPBD langsung meninjau ke lokasi,” ujar Haris saat dikonfirmasi MediaAksara melalui sambungan seluler, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Haris, pemerintah desa telah melakukan sejumlah langkah awal membantu keluarga korban. Selain memberikan santunan, Pemdes Sukamaju juga membuat berita acara kejadian dan mengajukan bantuan kepada sejumlah instansi serta lembaga terkait.
Baca Juga :
Pengajuan bantuan antara lain ditujukan kepada BPBD, Dinas Sosial, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), serta pihak terkait lainnya.
”Pemdes memberikan santunan, kemudian telah membuat berita acara dan pengajuan bantuan ke BPBD, Dinsos, Baznas, PMI dan lainnya,” jelasnya.
Sehari setelah kejadian, pemerintah desa bersama warga, RT dan RW menggelar kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan rumah ambruk.
Haris menyebut, bantuan material dari BPBD melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) juga telah diinformasikan dan saat ini tinggal proses pengambilan.
Baca Juga :
Tidur di Depan Toko TPI Palabuhanratu, Pria Ini Mendadak Ditusuk Sajam: Pelaku Mengaku Gegara Santet
Di sisi lain, kepedulian masyarakat juga mulai terlihat. Sejumlah pihak disebut telah menyalurkan donasi melalui rekening pribadi korban untuk membantu kebutuhan keluarga Abdul Ropik.
”Sehari pasca kejadian, Pemdes mengajak warga, RT dan RW untuk kerja bakti membersihkan puing-puing rumah. Bantuan dari BPBD melalui P2BK informasinya tinggal mengambil berupa material,” katanya.
Selain bantuan dari BPBD dan masyarakat, pemerintah desa masih menunggu tindak lanjut bantuan dari sejumlah dinas maupun lembaga lainnya.
Saat ini, kebutuhan utama keluarga Abdul Ropik adalah tempat tinggal yang layak. Setelah rumah mereka ambruk, keluarga masih bertahan di rumah saudara.
Baca Juga :
Puluhan Warga Darmareja Nagrak Mendiami Lahan HGU Perkebunan di Sukabumi, Status Tanah Dipertanyakan
Abdul berharap pemerintah dapat segera merealisasikan bantuan perbaikan atau pembangunan kembali rumahnya agar keluarganya dapat kembali memiliki tempat tinggal sendiri.
”Kami berharap bantuan bisa segera direalisasikan, karena ini tempat tinggal kami. Saat ini kami masih mengungsi di rumah saudara. Mohon pemerintah bisa segera membantu,” harapnya.
Terkait kondisi sosial ekonomi keluarga korban, Haris mengatakan Abdul Ropik masih tergolong warga yang aktif dalam bidang pendidikan. Namun, mengenai status desil atau tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan data sosial pemerintah, pihak desa masih akan melakukan pengecekan.
”Dia (Abdul) masih muda dan aktif di bidang pendidikan. Untuk desil, saya nanti tanya ke Kesos dulu,” pungkas Haris.
Sumber: @Wh
Redaktur: Rapik Utama







