Home / Kabar Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Limbah MBG Diduga Masuk Kolam Ikan Warga Jampangkulon, di Monev Camat : SPPG Nagraksari Gercep dan Beri Kompensasi

‎Camat Jampangkulon Kabupaten Sukabumi Dading (tengah) menindaklanjuti laporan warga soal limbah MBG yang diduga masuk kolam ikan ditindaklanjuti SPPG Nagraksari / Foto: Istimewa

‎JAMPANGKULON, MEDIAAKSARA.ID — Laporan warga terkait saluran pembuangan limbah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengalir ke kolam ikan langsung ditindaklanjuti. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, melakukan perbaikan saluran sekaligus memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak.

‎Monitoring evaluasi dilakukan Camat Jampangkulon Dading bersama Kasi Trantib, setelah laporan warga diterima Kasi Trantib Kecamatan Jampangkulon. Warga sebelumnya melaporkan adanya rembesan atau aliran dari pipa saluran pembuangan yang masuk ke kolam ikan. Kondisi tersebut diduga menyebabkan sejumlah ikan milik warga mati.

‎Camat Jampangkulon Dading mengatakan, Monev pemerintah kecamatan untuk memastikan laporan warga ditangani dan perbaikan saluran berjalan sesuai kesepakatan.

‎”Monev ini menindaklanjuti laporan warga yang disampaikan kepada Kasi Trantib, perihal adanya aliran yang tidak sengaja masuk ke kolam warga. Kebetulan kolam tersebut banyak ikannya dan ada yang mati,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).


Baca Juga : ‎

‎Modus Baru! Jual 100 SIM Palsu Lewat Facebook, Pria di Sukabumi Raup Rp70 Juta Sebelum Dibekuk Polisi

‎Menurut Dading, persoalan antara SPPG dan warga telah diselesaikan melalui musyawarah. Pemerintah kecamatan kemudian melakukan monev untuk memastikan perbaikan saluran benar-benar dilakukan.

‎”Alhamdulillah persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kami monitoring untuk memastikan kondisi saluran setelah diperbaiki. Alhamdulillah pihak MBG segera melakukan perbaikan dengan cepat,” katanya.

‎Kepala Dapur SPPG Nagraksari, Inshan Padillah, menyampaikan permohonan maaf atas persoalan tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya langsung melakukan evaluasi dan memindahkan jalur pipa agar tidak lagi melintas di sekitar kolam warga.

‎”Terkait persoalan limbah kemarin, kami bergerak cepat memindahkan pipa yang awalnya melintas di dekat kolam warga. Sekarang pipa sudah kami pindahkan ke luar dari area kolam warga hingga ke titik akhir pembuangan yang aman,” jelas Inshan.


Baca Juga :‎

‎Dugaan Penahanan Ijazah karena Tunggakan Komite, Laskar Fisabilillah Desak Audiensi ke Kemenag Sukabumi

‎Ia juga memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) SPPG Nagraksari berfungsi dengan baik.

‎”Penanganan sudah sampai pada akhir pembuangan. Untuk IPAL sendiri berfungsi dengan baik. Kami juga sudah bersilaturahmi langsung dengan warga,” ujarnya.

‎Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warga yang mengalami kerugian, SPPG Nagraksari juga menyatakan telah memberikan kompensasi.

‎‎”Untuk kerugian warga, kami sudah memberikan kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab kami,” ungkap Inshan.

‎Pemerintah kecamatan berharap operasional SPPG Nagraksari dapat terus berjalan optimal dengan memastikan sistem pembuangan limbah berfungsi baik dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

‎

‎Reporter: @Sadeva

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Desa Sukadamai Usulkan 137 Rumah, 124 KPM Terakomodasi Program BSPS 2026 ‎

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Desak Pembangunan Batalyon Ditunda, Aspirasi Rakyat Sukabumi ke KSP dan Ombudsman Direspons ‎

Kabar Daerah

Dua Mahasiswa Masih Hilang di Pantai Cibuaya Sukabumi, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

Kabar Daerah

‎Datangi Kades Sukamekar Sukaraja, Petani Bagja Sutra Sukabumi Soroti Batas Wilayah Lahan Eks PTPN  ‎

Kabar Daerah

Polres Sukabumi Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Ciracap

Kabar Daerah

Jampang Ngabhuana 3 Angkat Seni Budaya, DPRD Sukabumi Dorong Pelestarian Tradisi Sunda

Kabar Daerah

Survei Irigasi Warungkiara Dimulai, Petani Sukabumi Menanti Kepastian Jadwal Rehabilitasi ‎

Kabar Daerah

Jampang Ngabhuana 3 di Sukabumi, Perkuat Persatuan dan Lestarikan Budaya Pajampangan