Bupati Sukabumi Asep Japar dampingi Kunker Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa menyoroti nasib 51 keluarga korban kebakaran Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi Cisolok / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Pasca musibah kebakaran di kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, pada Sabtu (25/7/2026) petang. Dampak kebakaran bukan sekadar menghanguskan rumah. Musibah itu juga memaksa puluhan keluarga meninggalkan tempat tinggal dan menjalani hari-hari di pengungsian, rumah kerabat, maupun menumpang di rumah tetangga.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa bersama Bupati Sukabumi Asep Japar saat meninjau lokasi terdampak kebakaran, Senin (10/8/2026).
Kunjungan kerja kemanusiaan itu dilakukan melihat langsung kondisi warga penyintas sekaligus memastikan proses penanganan memasuki tahap pemulihan.
Saan menilai penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Setelah bencana berlalu, kebutuhan paling mendesak adalah memastikan warga kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Baca Juga :
Tiga Nama Siap Berebut Kendali PWI Jabar, Konferprov Digelar Dua Hari di Bandung
“Pasca musibah sudah masuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Yang paling mendesak adalah membangun kembali rumah warga, termasuk menyiapkan relokasi karena lahan sebelumnya tidak memungkinkan untuk dibangun kembali,” kata Saan.
Sekitar 51 keluarga terdampak kebakaran. Karena itu, pemulihan membutuhkan kolaborasi pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Namun, persoalannya tidak sesederhana membangun rumah baru. Ciptamulya merupakan kampung adat yang memiliki nilai sejarah dan budaya sehingga proses relokasi dan pembangunan kembali harus mempertahankan karakter kehidupan masyarakat adat.
“Ini kampung adat, salah satu cagar budaya yang harus kita jaga bersama. Karena itu membutuhkan bantuan semua pihak,” ujar Saan.
Baca Juga :
327 Pejabat Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Bongkar Kunci Karier ASN
DPR RI, lanjut dia, akan mendorong dukungan lanjutan bagi warga terdampak. Bantuan yang diberikan saat kunjungan disebut baru langkah awal, sementara kebutuhan pemulihan lainnya akan dibahas bersama pemerintah.
Selain rehabilitasi dan rekonstruksi, Saan juga menekankan pentingnya memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan masyarakat agar risiko bencana serupa dapat ditekan.
“Mitigasi itu penting. Kewaspadaan juga penting, baik bagi masyarakat maupun pemerintah, supaya dampak bencana bisa ditekan,” katanya.
Baca Juga :
Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar memastikan pemerintah daerah terus mengawal penanganan warga hingga tahap pemulihan.
Menurutnya, kehadiran DPR RI, pemerintah provinsi, unsur Forkopimda, BPBD Jawa Barat, dan berbagai instansi di tengah warga menjadi bukti b?masyarakat Ciptamulya tidak menghadapi musibah seorang diri.
“Pemkab Sukabumi akan terus mengawal proses penanganan korban kebakaran Ciptamulya hingga tahap pemulihan,” tegas Asep.
Kini, harapan warga bukan sekadar mendapatkan bantuan untuk bertahan hidup. Mereka menanti rumah yang dapat kembali menjadi tempat pulang, tanpa harus kehilangan identitas dan tradisi kampung adat yang telah mereka jaga selama ini.
Sumber: Diskominfosan Kab. Sukabumi
Redaktur: Rapik Utama







