Home / Sosial Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:16 WIB

Nasib Pilu Mimin Terdata Desil 4: Tinggal di Rumah Nyaris Roboh dan Terancam Buta oleh Katarak

Terdata di DTSEN masuk Desil 4 : Kondisi Ibu Mimin, lansia di Purabaya Sukabumi, tinggal di rumah nyaris roboh dan menderita katarak/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Di tengah gencarnya pembangunan dan berbagai program bantuan sosial yang terus digulirkan pemerintah, potret ketimpangan sosial masih terlihat nyata di pelosok daerah. Salah satunya dialami Mimin (60), di usia senja, warga Kampung Cinangka RT 04/ RW 06, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.

Perempuan lanjut usia tersebut terdata di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ke 4 sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan , kini hidup seorang diri di sebuah rumah bilik bambu yang kondisinya memprihatinkan. Atap rumah tampak melengkung dan nyaris ambruk, sementara dinding anyaman bambu telah lapuk serta jebol di sejumlah bagian. Tiang-tiang penyangga yang mulai rapuh membuat bangunan itu terancam roboh sewaktu-waktu.

“Sendirian saja sekarang mah,” lirih Mimin, Rabu (17/6/2026).


Tak hanya menghadapi ancaman rumah roboh, Ia juga harus berjuang dengan keterbatasan penglihatan akibat katarak yang menyerang kedua matanya. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari semakin sulit dilakukan.

“Kalau ada kerja mah kerja, kalau tidak ada diam saja. Tidak kelihatan, katarak kan,” tuturnya.

Harapan untuk mendapatkan pengobatan sebenarnya terbuka. Namun keterbatasan ekonomi membuat dirinya belum mampu melanjutkan penanganan medis yang disarankan setelah pemeriksaan kesehatan.

“Kata anak harus ke Sukabumi, namun tidak punya uang,” katanya.


Menanggapi kondisi pilu warganya, Camat Purabaya, Kurnia Lismana menjelaskan info pemerintah desa telah mengusulkan bantuan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun RTLH. Namun hingga kini bantuan belum terealisasi karena keterbatasan anggaran dan belum turunnya program dari pemerintah tingkat atas.

“Bu Mimin sebenarnya sudah ditangani pihak desa dan sudah masuk data untuk pembangunan Rutilahu baik melalui anggaran desa maupun program RTLH dari kabupaten,” ujar Kurnia, Kamis (18/6/2026).

Sebagai solusi sementara, perbaikan rumah akan dilakukan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat, donatur, dan Paguyuban Oyag. Proses pemugaran direncanakan mulai dilaksanakan pada Senin mendatang.


Kepala Desa Cimerang, Nyanyang Resmana, membenarkan bahwa rumah Ibu Mimin telah lama diusulkan untuk mendapatkan bantuan pemerintah bersama warga lain yang memenuhi kriteria penerima program.

“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan dan pengumpulan dana untuk perbaikan. Insya Allah hari Senin akan mulai pemugaran dan pembangunan,” katanya.

Kisah Ibu Mimin menjadi cermin bahwa di balik berbagai capaian pembangunan, masih ada warga yang berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar. Bagi mereka, impian terbesar bukanlah kemewahan, melainkan rumah yang aman untuk ditinggali dan kesempatan menjalani masa tua dengan lebih layak.

 

Sumber : Jentera

Reporter: Juliansyah

Reporter: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

Masuk Desil IV dan Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk dan Alami Katarak, Mak Mimin Akhirnya Dibantu Warga Bangun Rumah Baru

Sosial Ekonomi

Ratusan Warga Sukabumi Resmi Jadi Penerima PKH dan BPNT, Camat Ingatkan Jangan Salah Gunakan Bantuan

Sosial Ekonomi

BLT Dana Desa Jadi Rp150 Ribu per Bulan, 62 Keluarga di Sukabumi Tetap Bersyukur Terima Bantuan

Sosial Ekonomi

Ratusan Warga Sukabumi Dapat Kartu PKH dan BPNT Baru, Akses Bantuan Sosial Makin Mudah

Sosial Ekonomi

Polemik Sosial Warga Miskin Masuk Desil Tinggi, Siapa Bertanggung Jawab? BPS, Kemensos, Dinsos atau Desa! 

Sosial Ekonomi

Hari Donor Darah Sedunia 2026, PMI Sukabumi Ajak Warga Jadi Pahlawan Kemanusiaan 

Sosial Ekonomi

Jangan Kaget Bansos Dicabut! Kepala Dinsos Sukabumi Ungkap Penyebab Desil Warga “Error” 

Sosial Ekonomi

Ironi di Balik Bantuan Pangan untuk 1.867 Warga Sukabumi, Perangkat Desa Mengaku Tak Pernah Tersentuh Bantuan