Terdata di DTSEN masuk Desil 4 : Kondisi Ibu Mimin, lansia di Purabaya Sukabumi, tinggal di rumah nyaris roboh dan menderita katarak/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Di tengah gencarnya pembangunan dan berbagai program bantuan sosial yang terus digulirkan pemerintah, potret ketimpangan sosial masih terlihat nyata di pelosok daerah. Salah satunya dialami Mimin (60), di usia senja, warga Kampung Cinangka RT 04/ RW 06, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.
Perempuan lanjut usia tersebut terdata di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ke 4 sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan , kini hidup seorang diri di sebuah rumah bilik bambu yang kondisinya memprihatinkan. Atap rumah tampak melengkung dan nyaris ambruk, sementara dinding anyaman bambu telah lapuk serta jebol di sejumlah bagian. Tiang-tiang penyangga yang mulai rapuh membuat bangunan itu terancam roboh sewaktu-waktu.
“Sendirian saja sekarang mah,” lirih Mimin, Rabu (17/6/2026).
Tak hanya menghadapi ancaman rumah roboh, Ia juga harus berjuang dengan keterbatasan penglihatan akibat katarak yang menyerang kedua matanya. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari semakin sulit dilakukan.
“Kalau ada kerja mah kerja, kalau tidak ada diam saja. Tidak kelihatan, katarak kan,” tuturnya.
Harapan untuk mendapatkan pengobatan sebenarnya terbuka. Namun keterbatasan ekonomi membuat dirinya belum mampu melanjutkan penanganan medis yang disarankan setelah pemeriksaan kesehatan.
“Kata anak harus ke Sukabumi, namun tidak punya uang,” katanya.
Menanggapi kondisi pilu warganya, Camat Purabaya, Kurnia Lismana menjelaskan info pemerintah desa telah mengusulkan bantuan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun RTLH. Namun hingga kini bantuan belum terealisasi karena keterbatasan anggaran dan belum turunnya program dari pemerintah tingkat atas.
“Bu Mimin sebenarnya sudah ditangani pihak desa dan sudah masuk data untuk pembangunan Rutilahu baik melalui anggaran desa maupun program RTLH dari kabupaten,” ujar Kurnia, Kamis (18/6/2026).
Sebagai solusi sementara, perbaikan rumah akan dilakukan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat, donatur, dan Paguyuban Oyag. Proses pemugaran direncanakan mulai dilaksanakan pada Senin mendatang.
Kepala Desa Cimerang, Nyanyang Resmana, membenarkan bahwa rumah Ibu Mimin telah lama diusulkan untuk mendapatkan bantuan pemerintah bersama warga lain yang memenuhi kriteria penerima program.
“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan dan pengumpulan dana untuk perbaikan. Insya Allah hari Senin akan mulai pemugaran dan pembangunan,” katanya.
Kisah Ibu Mimin menjadi cermin bahwa di balik berbagai capaian pembangunan, masih ada warga yang berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar. Bagi mereka, impian terbesar bukanlah kemewahan, melainkan rumah yang aman untuk ditinggali dan kesempatan menjalani masa tua dengan lebih layak.
Sumber : Jentera
Reporter: Juliansyah
Reporter: Rapik Utama







