Kepala Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Tutang Setiawan, diwawancara usai mengikuti Rapat Koordinasi Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi terkait pengembangan desa wisata di Aula Bidang SDA DPU Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Kepala Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Tutang Setiawan, menyambut positif langkah Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi yang mendorong pengembangan desa wisata sebagai salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi pengembangan desa wisata yang digelar Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi di Aula Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi.
Rapat koordinasi pengembangan desa wisata yang melibatkan komisi I bersama Dinas Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Menurut Tutang Setiawan, pengembangan desa wisata menjadi peluang besar bagi desa-desa di Kabupaten Sukabumi untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, program tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
” Saat ini pemerintah daerah tengah menyiapkan Surat Keputusan (SK) Bupati penetapan 30 desa wisata dan satu kampung wisata. Desa wisata yang ditetapkan terdiri dari beberapa kategori, mulai dari desa wisata rintisan, berkembang, maju hingga mandiri. Saat ini sudah ada dua desa yang masuk kategori mandiri, salah satunya Desa Waluran Mandiri,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, pengembangan desa wisata menjadi langkah strategis di tengah semakin terbatasnya sumber pendanaan dari berbagai sektor. Karena itu, desa dituntut mampu menggali potensi ekonomi secara mandiri, salah satunya melalui sektor pariwisata.
Kabupaten Sukabumi dinilai memiliki keunggulan berupa sumber daya alam yang melimpah serta sumber daya manusia yang mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat.
“Kita memiliki potensi yang sangat besar. Tinggal bagaimana semua pihak bersama-sama mengembangkan desa wisata agar mampu meningkatkan pendapatan asli desa dan kesejahteraan masyarakat,”katanya.
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara
Tutang juga mengharapkan sinergi lintas sektor dalam pembinaan desa wisata. Tidak hanya Dinas Pariwisata, tetapi juga perangkat daerah lain seperti Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta instansi terkait lainnya.
Menurutnya, setiap desa wisata memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan awal, sebanyak 30 desa wisata dan satu kampung wisata direncanakan akan menerima bantuan stimulan sebesar Rp50 juta. Anggaran tersebut akan diusulkan melalui APBD Perubahan Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.
“SK penetapan sedang diproses oleh pemerintah daerah. Selanjutnya desa-desa yang masuk dalam program ini diminta segera menyusun proposal kebutuhan pengembangan wisata sesuai potensi masing-masing,” jelasnya.
Dana stimulan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai program penguatan desa wisata, mulai dari pengembangan sarana pendukung, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, promosi wisata, hingga pengembangan produk unggulan desa.
Melalui program tersebut, pemerintah kabupaten berharap desa wisata mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan desa di Kabupaten Sukabumi.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







