SMKN 2 Kota Sukabumi mencatat 3.045 pendaftar pada SPMB 2026 / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di SMK Negeri 2 Kota Sukabumi menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap sistem penerimaan peserta didik yang semakin modern dan transparan. Hingga pertengahan masa pendaftaran, jumlah calon murid baru (CMB) yang tercatat mencapai 3.045 orang.
Tingginya angka pendaftar menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan baru Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui program Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Sistem dirancang menghadirkan proses seleksi yang lebih objektif, terukur, dan berorientasi pada kualitas peserta didik.
Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Sukabumi, Slamet Widodo, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB sangat tinggi meskipun pada hari pertama sempat terjadi kendala teknis akibat lonjakan akses pendaftaran secara serentak di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat terhadap PCMB sangat tinggi. Pada hari pertama memang sempat terjadi perlambatan akses karena proses pendaftaran dilakukan secara bersamaan di seluruh Jawa Barat. Namun memasuki hari kedua, sistem sudah kembali kondusif dan pelayanan berjalan lebih optimal,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Slamet, terdapat sejumlah perubahan penting dalam pelaksanaan SPMB 2026. Salah satunya adalah hampir seluruh jalur seleksi kini memasukkan nilai rapor sebagai komponen utama penilaian. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem seleksi yang lebih adil dan komprehensif, tidak hanya bertumpu pada faktor jarak maupun kondisi sosial.
Selain itu, jalur prestasi juga mengalami penyempurnaan. Jika sebelumnya penilaian didominasi oleh sertifikat dan tingkat kejuaraan, kini peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi sesuai bidang prestasi yang dimiliki.
SMKN 2 Kota Sukabumi telah melaksanakan berbagai tahapan seleksi prestasi pada sejumlah cabang, di antaranya tahfiz, taekwondo, karate, futsal, tolak peluru, dan renang. Peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan guna mendukung pengembangan prestasi sekolah di berbagai ajang kompetisi.
“Anak-anak yang memiliki kemampuan dan prestasi akan kami dampingi dan dipersiapkan menjadi bagian dari pengembangan prestasi sekolah pada berbagai ajang kompetisi ke depan,” jelasnya.
Pelaksanaan SPMB tahun ini juga selaras dengan visi pembangunan pendidikan Jawa Barat melalui konsep Sekolah Maung (Manusia Unggul Jawa Barat). Program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi yang unggul, adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dari total 3.045 pendaftar, sekitar 1.500 calon murid tercatat memilih SMKN 2 Kota Sukabumi sebagai pilihan utama. Sementara sisanya berasal dari mekanisme pilihan kedua dan ketiga yang terintegrasi dalam sistem pendaftaran daring.
Menghadapi lonjakan pendaftar tersebut, pihak sekolah melakukan berbagai langkah percepatan layanan, terutama pada proses verifikasi data. Jumlah petugas verifikator yang sebelumnya hanya lima orang ditingkatkan menjadi sepuluh orang, kemudian kembali ditambah menjadi lima belas orang untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
“Karena jumlah pendaftar yang sangat tinggi, kami melakukan penyesuaian personel verifikasi agar pelayanan kepada calon murid dapat berlangsung lebih cepat dan optimal,” ungkap Slamet.
Hingga saat ini, proses verifikasi terhadap sekitar 1.500 pendaftar langsung telah rampung dilakukan. Pihak sekolah juga terus memberikan pendampingan kepada calon murid yang masih perlu melakukan perbaikan data melalui layanan telepon, WhatsApp, maupun notifikasi pada aplikasi SPMB.
Dengan tingginya minat masyarakat serta semakin matangnya penerapan sistem digital, pelaksanaan SPMB 2026 di SMKN 2 Kota Sukabumi menjadi salah satu contoh transformasi layanan pendidikan yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter : Ronald Alexanders
Redaktur: Rapik Utama







