Home / Kabar Daerah

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:39 WIB

Proyek Masjid Cisayar Sukabumi Mandek, Publik Desak Transparansi Audit Anggaran dan Pengawasan Yayasan

Pembangunan Masjid Al-Afghani di Kampung Cisayar RT 07/RW 08, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi yang menelan anggaran miliaran rupiah belum juga selesai hingga 2026/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Proyek pembangunan Masjid Al-Afghani di Kampung Cisayar RT 07/RW 08, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan publik. Semenjak awal peletakan batu pertama oleh Bupati semasa dijabat Marwan Hamami pada Agustus 2020 hingga kini belum juga rampung meski disebut telah menelan anggaran miliaran rupiah.

Berawal niat mulia pemberian lahan wakaf dari keluarga mantan Bupati Marwan Hamami seluas 3000 meter yang dipercayakan kepada Yayasan Hikmatul Kamal. Masjid yang sempat diproyeksikan sebagai ikon rest area dan pusat ibadah masyarakat itu kini terlihat terbengkalai. Sejumlah bagian bangunan tampak mulai rusak akibat cuaca, sementara area sekitar terlihat tidak terawat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan masjid tersebut menerima anggaran sekitar Rp1,8 miliar pada 2022 melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Namun hingga 2026, pembangunan belum juga selesai dan disebut kembali diajukan untuk penambahan anggaran lanjutan.


Kondisi itu memunculkan keprihatinan dari masyarakat yang mempertanyakan efektivitas pengawasan pemerintah daerah terhadap proyek yang menggunakan dana publik.

“Dulu katanya akan jadi kebanggaan, sekarang malah terlihat seperti bangunan mangkrak,” ujar seorang warga setempat.

Perwakilan pengurus yayasan hikmatul kamal, Afrizal, kepada awak media membenarkan bahwa pembangunan bersumber dari anggaran pemerintah daerah melalui Dinas Perkim. Namun ia menegaskan pihak pengurus tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran proyek.


“Pelaksanaannya dilakukan pihak ketiga, kami hanya sebagai penerima manfaat,” ujarnya ditemui awak media di salah satu cafe jalur Lingkar selatan kota Sukabumi.

Ia juga membantah tidak ada dana masyarakat yang digunakan dalam pembangunan tersebut.

Situasi ini semakin memperkuat tuntutan publik agar dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran dan progres pembangunan proyek. Sejumlah tokoh masyarakat meminta pemerintah daerah serta Inspektorat Kabupaten Sukabumi turun tangan melakukan pemeriksaan.

 

Sumber: @Pr1m4

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Dugaan Sertifikat Tanah 42 Hektare di Cinumpang, Diaga Muda Desak BPN Buka Data dan Verifikasi Lapangan

Kabar Daerah

PSDA Jabar Mulai Rehabilitasi Irigasi Cikarang Nguluwung, Distribusi Air untuk Petani 

Kabar Daerah

Viral Lansia Prasejahtera Masuk Desil 6 di Sukabumi: Camat Turun Bantu, Ungkap Penyebab dan Upayakan Perubahan Data 

Kabar Daerah

Loker 800 Karyawan PT Hung Fu Leather Indonesia Prioritaskan Warga Cikembar dan Dijamin Gratis Tanpa Pungutan

Kabar Daerah

PAW Kades Sukaraja Ungkap Langkah Pertama Usai Diambil Sumpah Jabatan, Konsolidasi Jadi Fokus Awal

Kabar Daerah

Jembatan Gantung Guha Monyet Dibangun Relawan, Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi Jadi Harapan Warga

Kabar Daerah

Tim Keuyeup Sukabumi Buktikan SDM Lokal Mampu Sukseskan Film Nasional

Kabar Daerah

Penutupan Rakernas APEKSI 2026, Wali Kota Sukabumi Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembangunan Daerah