Ngopi diskusi ala C’Kopi Gaud: Membaca Masa Depan 31 Desa Wisata Sukabumi dari Meja Kopi dan Literasi Budaya/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Aroma kopi dan obrolan hangat menyatu di sudut C’Kopi Gaud yang berada di Jl. A.Yani, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Dari meja sederhana itu, lahir percakapan tentang masa depan 31 desa wisata yang baru dikukuhkan Bupati Sukabumi, Asep Japar, di kawasan Karangpara, Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Bagi para pegiat media, literasi, dan budaya yang berkumpul, pengukuhan desa wisata bukan sekadar agenda seremonial. Sukabumi dinilai sedang membangun wajah baru pariwisata berbasis masyarakat yang bertumpu pada identitas lokal, kelestarian alam, dan kekuatan ekonomi warga desa.
Penasehat PWI Kabupaten Sukabumi sekaligus pemilik C’Kopi Gaud yang akrab dipanggil Avhes, menyebut desa wisata sebagai ruang untuk menjaga orisinalitas budaya dan kehidupan pedesaan.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/umkm-parungkuda-antusias-ikuti-seleksi-program-naik-kelas-sukabumi-2026/
Menurutnya, kekuatan Sukabumi bukan hanya pada panorama alam, tetapi juga pada keramahan warga, seni arsitektur lokal, hingga ritme hidup desa yang kini semakin dicari masyarakat urban.
Pandangan serupa disampaikan CEO Wartain.com, Siti Ratna Maymunah. Ia melihat hadirnya desa wisata akan membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM lokal, penginapan rakyat, hingga kelompok perempuan pengrajin desa.
“Perputaran ekonomi dari wisatawan akan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Sementara itu, Achmad Zazuli dan Dede Heri menilai Sukabumi memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis ketenangan dan penyembuhan jiwa atau spiritual tourism.
Keheningan alam Buniayu, suasana Gunung Wayang, hingga aliran air Leuwi Ereng dinilai bukan sekadar destinasi visual, melainkan ruang refleksi bagi masyarakat perkotaan yang lelah dengan hiruk-pikuk kehidupan modern.
Diskusi di meja kopi itu akhirnya bermuara pada satu kesadaran bersama: pembangunan desa wisata membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk media dan komunitas literasi.
Peran media dinilai penting membangun edukasi sadar wisata, memperkenalkan keunikan tiap desa ke tingkat nasional, sekaligus mengawal pembangunan agar tetap menjaga kelestarian alam dan adat istiadat masyarakat setempat.
Di tengah dinginnya kopi yang mulai tersisa di dasar cangkir, semangat membangun wajah baru pariwisata Sukabumi justru terasa semakin hangat.
Sumber: @A4b
Redaktur : Rapik Utama







